“Alfin?” seru Jeana. Dia menatap lelaki itu lama. Pandangan tajam Alfin menatap wajah pucatnya. Alfin memandangi baju Jeana yang sudah terbuka sedangkan Leo sudah tidak menggunakan baju sama sekali. Mata Alfin menyusuri penampilan Jeana yang berantakan. Dari kejauhan, dia bisa melihat bekas kissmark di leher kekasihnya itu. Hatinya lebam membiru. Sukmanya terasa dikoyak begitu dalam. Dia mengepalkan tanganya dan memandangi Jeana tanpa mengucapkan satu kata pun. “Alfin?” seru Jeana lagi. Jeana mendekati Alfin tapi Alfin menahannya dengan satu tangan. Dia memberikan kode untuk Jeana tidak mendekatinya. “Aku bisa jelaskan fin,” seru Jeana. Bulir air mata mengalir seketika di pipinya. Wajah Alfin memerah, ditambah melihat bekas ciuman di leher kekasihnya itu membuatnya murka.

