Bab.16 Rahasia Jeana

1011 Words

  Jeana menikmati hujan yang membasahi tubuhnya kini. Dia menengadahkan wajahnya menatap langit dan membiarkan rintik hujan itu membasahi wajahnya. Musim hujan di musim gugur tidaklah deras. Jika musim gugur datang, sinar matahari tidak berlangsung lama dan cuaca cenderung gelap.   Jeana menghembuskan nafasnya. Seakan beban itu berusaha di keluarkan dari tubuhnya. Dia berpikir bahwa andai saja Fentika tidak kabur di hari pernikahanya dengan Leo Vernando. Dia tidak akan menjadi istri lelaki kasar itu.   Dia melihat ke bawah gedung dan dengan sangat hati-hati, dia menyusuri tiap sisi gedung di kampusnya.   Jika terpeleset sedikit saja, Jeana tidak akan pernah selamat kali ini. Dia mencoba melangkah pelan menyusuri tiap sisi gedung dari ketinggian 25 meter.   Jeana merasa lega bisa duduk

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD