"Jeana?" sahutnya tetapi telepon itu segera diputuskan. Leo menghelakan nafas panjang setelah menerima telepon dari Jeana. Perempuan itu kini berani untuk melawannya. Selama masa kehamilan, Jeana akan melawannya dan menggunakan alasan hamil untuk menantang Leo. Leo tidak suka hal itu. Leo sama sekali tidak suka dilawan. Sifat sombong dan angkuhnya adalah hal yang mutlak melekat di hatinya. Leo mencoba mencari cara agar perempuan kecil itu tidak melawannya bahkan menyuruhnya seperti ini. Leo memijit kepalanya dan mencoba menatap sekeliling ruanganya. Di meja kerja terdapat foto Ketrina dan Tuan Andra. Leo selalu memajang foto itu. Dan malam ini akan ada penyambutan keluarga bangsawan yang sempat tertunda saat acara pernikahan Leo. “Sampai kapan perempuan itu tahan denganku?” b

