"Bagaimana jika kita menikah?" Ara membulatkan kedua matanya. "Kamu gila?" Wanita itu berseru didepan wajah Evan. "Tidak semudah itu." Lelaki itu hanya diam. Merasa bersalah dan tak tahu harus berbuat apa. "Kandunganmu akan terus tumbuh besar, Ara. Kamu tidak mungkin menyembunyikannya terus menerus." Ara menarik nafasnya. Membenarkan apa yang dikatakan Evan. "Memang. Tapi, apa menikah hanya satu-satunya jalan terakhir?" Evan mengangguk. "Atau kita akhiri saja hubungan ini?" Evan reflek berdiri. "Kamu mau membuatnya lahir tanpa seorang ayah, huh?" Ara mendengus. "Kebodohanmu benar-benar merugikanku. b******k!" Evan menatap Ara tajam. "Jaga bicaramu. Dia bisa mendengarnya." Ara memutar bola matanya. "Bersikaplah baik mulai sekarang. Ada nyawa lain yang menggantungkan hidupnya denganmu," A

