Di kelas vania terlihat tak bertenaga,selly sahabatnya yg dari tadi melihat sikap vania tersebut di buat bertanya2.
"Lo kenapa van..ngak mood banget kayaknya,muka lo kek abis nangis gitu"?.pertanyaan selly memmbuyarkan lamunan vania.
"Gue buat masalah sel ama kak hendri...abis dech riwayat gue.."jawab vania dengan dengan menghela nafas.
"Kok tumbenan buat masalahnya ama kak hendri bukan ama kak varel.."?jawaban vania menjadi sebuah pertanyaan tersendiri buat sahabat vania tersebut.
Karena biasanya vania selalu punya masalah sama kakak nya varel,tapi kenapa hari ini berbeda itu yg menjadikan pertanyaan selly saat ini.
Sudah bukan menjadi rahasia lagi buat selly tentang apa yg menjadi masalah sahabat nya,karena selama ini vania selalu menceritakan apapun masalahnya ke pada sahabtnya nya tersebut,bahkan hal sekecil apapun pasti akan di ceritankan kepadanya.
Lagi2 vania menghela nafas panjang sebelum menjawab pertanyaan selly
"Gue tadi ngungkit2 masalah kekasihnya kak hendri.."
"Lagian lo ngapain ngebahas sesuatu yg udah lo tau pasti itu hal ssnsitif buat kakak lo..?"
"Itu gue spontan sel,tampa sadar tiba2 ngoceh begitu.."
"Emang ya mulut lo tuh ngk ada remnya.."
"Motor kali pakai rem.."balas vania balik.
"Emang awalnya ngapain kok tiba2 lo bisa keceplosan gitu?".tanya selly penasaran
"Gue kesel aja ama sikap dingin nya kak hendri..".ungkap vania,dia lalu menceritakan semua apa yg terjadi tadi pagi kepada selly hingga ngebuat dirinya ngk mood gitu.
"Sudah lupain,palingan kakak lo juga nyesel udah ngebentak lo..biasa nya kan gitu kek yg sudah2"balas slly meyakinkan temanya tersebut.
"Eh sel,apa baiknya ku cariin cewek aja ya kakak ku "?ucap vania tiba2.
"Lo mau ngejodohin kakak lo,yg bener aja lo,yakin lo bisa.."?.
"Ngak yakin sih...hahahah".tawa vania canggunng.
" udah jngn yg aneh2,ntar kalau udah waktunya dapet jodoh juga bakal dateng sendiri kok jodoh nya..".
"Tapi kapan itu waktunya.." vania menunduk kan wajahnya hela an nafas kekecewaan turut menyertainya.
Setelah pulang sekolah vania tidak langsung pulang kerumah dia pergi ke tempat selly,sebelum itu dia mengirim kan pesan kepada kakak nya rendy bahwa dia akan terlambat pulang dan meminta kakak nya untuk tidak menjemputnya
Karena Memang biasanya yg antar jemput sekolah si rendy kakak kedua nya vania,tapi karena tadi pagi mobil hendri masih di bengkel hendri menyuruh varel mengantar adek bungsunya tersebut.
"Apa dia masih gambek..?"guman rendy ketika mendapat pesan dr adek nya untuk tidak menjemputnya.
Rendy saat ini sudah berada di gerbang sekolah,karena rendy masih kawatir pada adeknya dia tetap datang untuk menjemput nya.
Setelah menunggu hampir satu jam dan tidak mendapati tanda2 kemunculan adek nya dia mengirim kan pesan kembali ke adek nya tersebut untuk mengetahuai di mana keberadaanya,tapi sayang nya rendy tak mendapat kan balasan pesan yg di ingin kan ,adeknya tersebut tidak membalas bahkan tidak membaca pesan yg di kirim oleh rendy,kekawatiran rendy pun semakin menjadi2,tampa berpikir lagi rendy melajukan mobile nya menuju kantor kakak tertuanya.
Sesampai nya di kantor kakaknya,rendy menanyakan ke resepsionis keberadaan kakaknya,resepsinonis terssebut memberi tau keberadaan kakak nya yg berada di lantai lima gedung itu.
Dengan segera rendy menuju tempat kakaknya.sesampainya di depan ruangan kakaknya,rendy ragu2 untuk mengetuk pintu rungan kakaknya,karena rendy tau pasti hendri bakal memarahinya,hendri sudah pernah me wanti2 rendy kalau jemput adek bungsunya setengah jam sebelum jam kepuulngan adeknya harus sudah standby di sekolah nya.
Tapi karena hari ini rendy banyak menangani pasien dia jadi terlewat kan setengah jam dr waktu yg di wanti2 kakak nya tersebut,mau tak mau rendy harus siap menerima semprotan amarah dr kakaknya tersebut.
Tok tok tok
Rendy memberanikan diri mengetuk pintu ruang kerja kakak nya.
Terdengar dr dlam sautan dr ruangan kakaknya yg menyuruhnya masuk.
"Masuk.."suruh hendri pd orang yg mengetuk pintu ruangannya.
"Kamu ren..tumbenan jam segini berkunjung ke kantor kakak",tanya hendri setelah melihat bahwa orang yg masuk keruanganya adalah adek nya rendy yg tdi memgetuk pintu.
Tampa basa basi rendy langsung mengatakan maksud tujuanya datang ke kantor kakaknya.
"Iya kak ada yg mau ku katakan..".jawab rendy ragu2.
"Apa,katakan lah..?"balas hendri sambil menyuruh adek nya duduk di sofa ya ada di ruangan nya tersebut.
"Tadi vania ngirim pesan katanya bakal pulang telat kak,...tapi aku ngk tau dia sekrang di mana"?jelas rendy ke kakaknya.
"Kenapa kamu bisa tidak tau dia kemana,bukan kah kakak pernah menyuruh mu untuk datang 30 menit terlebih dahulu dr jam dia pulang sekolah untuk menjemputnya"?.bentak hendri
"Maaf kak,tadi aku bener2 lagi sibuk dengan pasien ku ."sesal rendy
"Apa kamu tau salah satu no hp temenya vania?"tanya hendri dengan sedikit meredakan amarahnya.
"Aku tidak tau kak,coba tanya varel.."ujar rendy
"Y sudah kamu coba hubungi varel.."perintah hendri ke rendy.
Rendy segera menghubungi varel
"Halo ada apa kak.."?tanya varel di sebrang sana.
"Rel kamu ada tau ngk no temen2 nya vania.."?tanya rendy saat adek nya itu langsung menjawab panggilan dr nya.
"Aku ada no nya selly temenya vania,kenapa memamnga nya kak kok tiba2 nanyain no nya temen vania..?"tanya varel di sebrang sana keheranan.
"Sudah kirim aja no temenya vania ke rendy sekarang.."titah hendri yg tiba2 ikut menimpali pertanyaan varel.
"Kak hen..!"varel kaget ketika mendengar suara kakak nya hendri yg saat ini ada bersamanya.
"Kenapa kalian bisa bersama kak.."?masih dengan pertanyaannya si varel.
"Cepat kirim,cerewet sekali kamu..!!"bentak hendri ke varel yg ada di sebrang sana.
Bukanya mendapat jawaban atas pertaanya anya justru varel malah mendapat semprotan dr hendri,varel mengakhiri panggilanya lalu kemudian mengirim no temenya vania ke kakaknya rendy.
Lalu varel melanjut kan aktifitas nya yg tadi sempet tertunda.
***
KEDIAMAN RUMAH KELUARGA SELLY
setelah sampai di rumah selly,vania menghamburkan pelukan ke arah ibunya selly yg kala itu sedang ada di halaman rumah sedang menyapu,rumah keluarga selly memang terbilang sangat sederhana dengan pelatarn yg cukup luwas dan di tepi2 halaman rumah terdapat pohon2 mangga yg rindang.
"Bibi...!"seru vania sambil membentang kan kedua tangan nya ke arah ibunya selly untuk memeluknya.
"Eh nak vania.."balas ibu selly membalas pelukan vania sambil mengelus2 punggung vania.
"Ayo masuk nak..".ajak ibu selly sambil merangkul pundak vania seraya mengajak nya masuk ke dalam rumah.
"Bibi malam ini vania nginep di sini ya...?"mohon vania tiba2 ke ibu selly.
"Emm boleh,tapi kenapa tiba2 mau nginep di rumah bibi sayang?..ngak lagi kabur dr rumah kan?",tebak ibuny sely tersebut
"Ngak kok bi,lagi pengen saja..."?ulas vania meyakin kan.
"Heemm aku di lupain sama ibu nih..."sindir selly yg tidak menerima sambutan yg sama seperti apa yg di lakukan ibunya ke vania.
"Ah anak ibu,kamu kan udah sering.."jawab ibunya singkat
"Ya ya ya ada vania,selly terlupakan.."balas selly singkat sambil cemberut lalu mendahului ibunya dan vania untuk masuk ke dalam rumah.
Vania dan ibunya selly hanya menanggapi nya dengan tersenyum atas kelakuan sely.
"Van van..."!seru selly yg sudah masuk tadi tiba2 keluar lagi dan memberikan hp nya ke vania.
"Kakak lo tlp nih..."?lanjut selly seraya menyodor kan hpnya ke vania.
"Kenapa kakak gue tlp di hp lo...?"vania mengernyitkan dahinya keheranan.
"Ya mana gue tau?,hp lo kemana..."?
"Oh iya lupa gue...hp gue lowbet..!"seru vania tepuk jidat.
Lalu segera vania menjawab panggilan kakaknya tersebut.
Stelah berbicara panjanv lebar dengan kakaknya vania mengurungnkan niat nya untuk bermalam di rumah temanya tersebut.
"Emm bibi kayaknya aku ngak jadi nginep di sini deh..kakak marah."ucap vania sambil meng gigit bibir bawahnya
"Ngak papa sayang,lain kali kan masih bisa nginep di sini.."balas ibu winda sambil tersenyum.
Selang setengah jam mobile kakka vania sudah berada di depan rumah ibu winda,setelah berpamitan dengan ibu selly dan selly,vania dan kakaknya segera meninggal kan kediaman ibu winda menuju ke rumah.
sesampainya di rumah vania merasa gugup hendak masuk ke dalam rumah,karena dia sudah tau pasti bahwa kakaknya hendri sedang menunggunya di ruang tamu.
"ayo masuk..",ajakn rendy ke adiknya mengaget kan vania yg kala itu masih mematung di depan rumah dengan kegelisahanya,rendy yg melihat itu lalu merangkul pundak adik nya untuk memberi keberanian kepada adeknya memasuki rumah.
setelah melihat adeknya masuk kerumah hendri yg tadinya duduk di sofa tiba2 berdiri lalu memeluk adek nya
"jangn bertindak s3perti ini lagi.."ucap nya masih dalam memeluk vania.
vania mendengar ada sedikit getaran pada suara kakaknya tersebut.terselip kekawatiran di dalamnya.
"maaf kan aku kak." balas vania singkat sambil membalas pelukan kakaknya.
"sudah lah sekrang kau mandi,lalu istirahat setelahnya.."ucap hendri "kakak juga minta maaf,karena tadi pagi kakak membentak mu.."ujarnya sambil mengelus kepala vania.
"mendramatis sekali kalian,udah kayak di drakor2 aja",cibir rendy yg sedari tadi menyaksikan kedua aksi keduanya.
"ih kak rendy,menghancurkan suasana aja".vania mencubit pinggang rendy,lalu setelahnya di ikuti tawa ringan mereka bertiga.
jauh di kampus varel,dia masih memikir kan apa yg sedang terjadi sebenrnya,kenapa sore tadi kakaknya tiba2 menanyakan no tlp temenya vania.
karena di liputi rasa penasaran varel tidak melanjut kan kegiatanya di kampus dia dengan segera membulat kan niat nya untuk pulang kerumah dan setlah sampai parkiran kampus dia segera melajukan motornya dengan kecepatan sedang.
"aku pulang..!"seru varel ketika sudah sampai di pintu rumah,dan anehnya lagi rumah terlihat tidak ada terjadi apa2,hanya ada pelayan yg menyambut nya.
"selamt datang tuan varel.."ucap pelayan itu ke varel
"iya bi..pada kemana bi orang2".tanya varel penasaran.
"tuan dan nona muda ada di kamar mereka masing2 tuan.."balas inah ke pada tuan muda verel.
karena penasaran varel langsung menghampiri kamar adeknya vania.
tampa basa basi varel langsung membuka pintu kamr vania yg kebetulan pintu kamarnya tidak tertutup rapat.
"si manja kamu di rumah..?"tanya varel ke adiknya yg sedang lagi asik main gawenya
"bukan,lagi di kebon..jelas2 lihat lagi di rumah,ngapain masih nanya".bals vania sewot ke varel
"cih..menyebal kan sekali,dasar manja".bals varel berbalik sambil hendak berlalu dr kamar vania.saat dia mau meninggal kan kamar adekny tiba2 vania memanggilnya.
"kak tunggu.."! seru vania,varel yg hendak melangkah kan kakinya pergi dr kamar adeknya,berbalik kembali sambil mendekat ke arah adeknya.
"ada apa..?"tanya nya kemudian.
"emm.."vania berpikir sejenak"kakak mau ngk bantuin vania..".kening varel berkerut ada apa gerangan adeknya itu tiba2 minta bantuan ke dia
"tumben2 nan mau minta tolong ama musuh mu ini.."cibir varel mengejek adeknya.
"jadi mau bantuin ngak".ucap vania dengan nada kesal.
"bantuin apa dulu nih,kalau yg aneh2 kakak ngk mau".balas varel melanjutkan
"ngk aneh2,cuma hanya sedikit aneh,"ujar vania dengan sedikit tertawa.
"jadi apa tuh.." tanya varel balik
"sini kak aku bisikin"vania menyuruh kakak nya mendekat lalu kemudian dia membisik kan sesuatu ke telinga kakaknya.entah apa yg sedang di rencanakn mereka berdua.tetapi agaknya varel juga bersedia membantunya.