hari ini seperti biasa sepulang dari kampus shela akan langsung menuju ke cafe dimana tempatnya bekerja. saat hendak melangkahkan kakinya keluar kelas tiba tiba verel memanggilnya.
"shela... mau ke cafekan? bareng aku aja yuk. aku sekalian mau kesana kebetulan vania sedang disana dan aku harus menjemputnya." ajak varel kepada shela. dan shelapun mengangguk menyutujuinya. varel dan shela sudah lama bersahabat, mereka sangat dekat. hampir bisa dibilang sebagai pasangan kekasih. tapi nyatanya tidak, mereka memiliki karakter tersendiri sebagai ciri orang yang mereka sukai. dan ikatan persahabatan mereka tulus tanpa dirusak oleh perasaan yang dinamakan cinta.
mobil varel melaju dengan perlahan membawa mereka ketempat tujuan yang dinamakan the coral cafe. sedikit banyak mereka berbincang didalam mobil itu dengan pembahasan pembahasan seputar aktivitas shela sebagai pekerja disana.
"aku pernah ketemu adikmu rel, dia cantik dan sangat ceria." ucap shela mengingat pertemuan pertamanya dengan vania. "aku juga beberapa kali ketemu kakakmu, galak juga ya." canda shela lagi
"oh ya? ha ha ha. vania memang gadis yang ceria, dia satu satunya adik perempuan yang harus kami jaga dengan sangat amat ekstra. dan kak hendri dia memang terkesan galak. mungkin karna dia harus bertanggung jawab untuk menggantikan kedua orang tua kami. dahulu kak hendri juga orang yang ceria. dia suka bergaul dengan teman temannya dikampus. dan dahulu dia juga mempunyai kekasih yang sangat dia cintai, bahkan mereka sudah melakukan lamaran. namun karna kak hendri lebih menyayangi adik adiknya wanita itu memutuskan hubungannya dengan kak hendri. dari situ kak hendri belum memiliki kekasih lagi" varel sedikit bercerita mengenai saudara saudara kandungnya
"aku juga paham bagaimana perasaan kakakmu rel. menggantikan sosok orang tua untuk adik adiknya tidaklah mudah. bahkan kita dituntut untuk dewasa secara keseluruhan agar adik adik kita bisa bahagia sepenuhnya."
"aku berharap suatu saat akan ada seorang gadis berhati malaikat yang datang dan menjadi pasangan untuk kakakku itu" senyum varel tulus.
saat telah tiba di cafe verel dan shela turun dari mobil. mereka memasuki cafe tersebut dan vania melihat kearah mereka lalu memanggilnya. "kak varel..." panggil vania sambil melambaikan tangannya. dia melihat ada seorang gadis disampingnya yang terlihat asing. vania belum pernah melihat varel dengan gadis seperti itu. setahunya varel memang memiliki kekasih dikampus dan hubungannya dengan sang kekasih memang lagi dalam masalah. apakah mungkin gadis yang sekarang bersama kakaknya adalah pacar barunya? berbagai pertanyaan ada dalam benak gadis itu.
dan sesaat setelah verel sampai dihadapan vania beserta gadis itu vania sedikit terkejut. dia adalah shela gadis yang menjadi idolanya saat pertama kali melihatnya. mungkinkah kak verel bersama gadis itu berpacaran? vania tampak melamun untuk sesaat dan verelpun membuyarkan lamunan sang adik.
"hei.. kok jadi bengong." ucap varel
"eh kak varel sama kak shela saling kenal?" tanya vania memastikan
"oh iya van. shela ini temen kampus kakak. kamu inget kakak pernah bilang kalau temen kampus kakak ada yang ingin bekerja partime ditempat kak hendri kan?".
"astaga... jadi itu kak shela? kenapa kakak gak bilang dari awal."
"kamu kenal sama shela kan ?" tebak varel lagi
"kenal baru kemarin he he. iyakan kak?" tanya vania polos kepada shela
shela hanya mengangguk dan tersenyum tulus kepadanya. dan tak berapa lama diapun berpamitan untuk bersiap siap mengganti pakaiannya dengan pakaian kerja.
sepeninggalan shela, vania dan varel tak langsung pulang. vania masih ingin mengorek beberapa informasi yang menjadi rasa penasarannya sedari tadi.
"kak varel duduk dulu. aku masih ada beberapa pertanyaan ini."
"pertanyaan apa? kamu itu ya masih kecil suka banget ngegosip." canda varel keadiknya.
"yee.. enak aja. kakak sma kak shela pacaran?" tebak vania langsung dengan poin utamanya sedari tadi.
"hussh sembarang kamu. dia temen kakak. lagian kakakmu inikan punya pasangan lain biarpun lagi ditepi jurang hububungannya."
" ha ha haaa.... ! ! !" gelak tawa vania seketika membahana diruangan itu. varel menoyor kepala sang adik dengan kasih sayang.
"tapi kak, aku sangat menyukai karakter kak shela." tambah vania
"kamu kenapa bisa suka sama dia?" tanya varel penasaran
"aku pernah melihatnya disebuah cafe, dia itu gadis yang keren. dia sangat pemberani dalam hal kebenaran. betapa aku mengaguminya." ucap vania dengan rasa kagumnya yang mendalam
"shela memang begitu van, dia cantik, pintar, dan pemberani. dia satu satunya teman kakak yang sangat kakak hormati. kedua orang tuanya juga sudah tidak ada seperti kita van. mungkin itu yang menjadikan kita berdua cocok dalam persahabatan ini."
"kak bisakah dia menjadi bagian dari keluarga kita saja? aku ingin menjadi adiknya."
"maksudmu van?" tanya varel mengangkat sebelah alisnya tidak mengerti
"bagaimana kalau kita lanjut kan rencana kita yg dulu pernah kita omongin kak? mencarikan jodoh untuk kak hendri. jadi kita jodohkan saja kak shela dengan kak hendri... yah yah kak..." pinta vania dengan penuh harapan. "kita bisa coba dulu kan. kak shela cantik dan terlebih dia sangat baik. aku rasa cuma dia yang pantas untuk menjadi pendamping kak hendri." lanjut vania kembali
"kakak juga pernah terfikir seperti itu van, dia gadis yang tepat untuk menjadi pasangan kak hendri. tapi kamu tahu sendiri, semenjak kak hendri ditinggal sama kak yuna dia menjadi laki laki yang dingin dan seakan tak mau memiliki pasangan lagi." ucap varel mengingat kenyataan yang ada.
"kita bisa mencobanya kak. aku akan membuat kak hendri berhenti melupakan gadis itu dan menjadi pasangan untuk kak shela. kakak maukan membantuku." pinta vania bersungguh sungguh
"ck... bagaimana bisa aku menolak keinginanmu itu adikku. dan kakak rasa mencarikan pasangan terbaik untuk kak hendri itu ide yang bagus." varel mengiyakan rencana vania dengan rasa yakin
vania tampak berbinar binar membayangkan bila kakak tertua yang disayangnya itu memiliki kekasih seperti shela yang merupakan gadis idolanya. sedikit berfikir harus memulai dari mana agar bisa menyatukan mereka berdua.
verel yang melihat gelagat dan senyum adiknya mencoba menegurnya dengan tatapan menyelidiki.
"heh mikir yang aneh ya kamu sampe senyum senyum gitu." tegur verel
"aku lagi membayangkan kalau kak hendri beneran bisa bersatu sama kak shela loh. pasti menyenangkan sekali, dan aku juga suka banget bila punya kakak perempuan seperti kak shela."
"kamu sudah punya rencana bagaimana cara mendekatkan mereka berdua van?" tanya verel
"belum nemu ide kak. harus kita mulai dari mana ya? apa kak hendri bisa sdikit mencairkan hatinya untuk wanita baru" tanya vania balik ke verel dengan nada yang sedikit tidak yakin.
"kalau mereka berjodoh pasti akan ada jalan yang mudah untuk kita saling mengenalkan mereka satu sama lainkan?" verel mencoba meyakinkan adiknya itu.
vaniapun mengangguk dan mencoba positif kembali untuk memulai rencana mereka.
selang beberapa saat kemudian mereka memutuskan untuk pulang kerumahnya.
*************
vania dan varel yang sudah sepakat untuk mencoba menyatukan hendri dan shela akhirnya memiliki sebuah ide untuk mengatur pertemuan mereka. semenjak vania mengetahui kalau shela adalah teman dari varel mereka semakin dekat seperti kakak beradik. dan shelapun sedikit banyak mengetahui sifat dan karakter vania yang dinilainya terlalu ceria. selama ini shela jarang bergaul dengan gadis gadis lain. untuk memiliki teman dekatpun dia tidak ada niatan. hidupnya penuh dengan ketertutupan. baginya bekerja dan lulus dengan nilai terbaik dikampusnya adalah impiannya.
sore itu seperti biasa vania mengajak selly untuk mampir ke cafe milik kakaknya. sampai di cafe vania langsung menuju ke dapur tempat shela bekerja.
"hai kak shela ..!"sapa vania saat dia melihat orang yg menjadi tujuan utamanya ke dapur.
"hai van,ngapain kamu ke sini"!?tanya shela dengan sapaanya
."tentu saja untuk bertemu sama kak shela,masa iya mau bertemu kak hendri.."jawab vania dengan mata memutar.
"ya wajar lah kamu kesini nemuin kakak kamu, yang aku maksud ngapain kamu ke dapur".tutur shela lagi sambil mendorong vania untuk keluar dari dapur, karena orang orang disana cukup sibuk.
vania yg merasa tak terima di dorong dorong untuk keluar dapur lalu mencoba menggoda shela dengan menggelitikinya.
"hahahaha,van hentikan " shela tertawa geli dan itu membuat vania semakin senang menggodanya .
Terlihat di arah lain hendri memperhatikan keakraban antara adeknya dan salah satu karyawan dicafenya itu, lalu dia berjalan mendekat ke arah mereka.
tanpa di sadari oleh mereka berdua hendri sudah berada tepat di belakang punggung shela dan tanpa sengaja shela menabraknya.
"maaf pak.." ucap shela dengan gemetaran.
"sedang apa kamu.? kembali ke tempat mu kerja."seru hendri dengan dingin.
"kak hen..!" seru vania merasa tak terima dengan perlakuan hendri ke shela.
"kamu juga,! sini ikut kakak".hendri menarik tangan vania lalu mengajak vania ke ruangan nya.
"ih lepasin kak hen..!".seru vania setelah hendri berhasil menariknya ke ruangan tempat dia kerja,dan melepas genggaman tangan adiknya.
"Aku yg harusnya kakak marahin bukan kak shela, kak hen nyebelin banget sih..!"lanjut vania dengan kesal.
"Gak sepantasnya kamu main main dengan karyawan kakak di jam kerja van".ucap hendri ke adik bungsunya itu.
"Siapa yg main-main,aku hanya menyapa dia sebentar".lirik vania ke kakaknya.
"dan juga itu vania yg salah bukan kak shela, kakak harus minta maaf ke kak shela"ujar vania melanjut kan.
"Bentar, kamu kesini sama siapa dan ada perlu apa sama kakak.."jawab hendri mengalihkan pembicaran.
"Gak usah Gede rasa kak hen, ngapain juga aku kesini nemuin kakak tentu saja nemuin kak shela.Tuh aku kesini sama selly gak lihat apa dia dr tadi di situ "ucap vania dengan nada sinis ke kakak nya lalu menunjuk ke arah selly yg sedang duduk di meja pelanggan dekat dengan ruangan hendri.terlihat selly mennganggukan keplanya ke arah hendri.
"sejak kapan kamu akrab sama karyawan kakak itu dan kenapa bisa dia itu temen kamu..?".balas hendri tanda tanya sambil melihat ke arah yg di tunjuk vania.dan kemudian beralih melihat ke arah varel yg sedang menuju ke ruangannya
"Apa salahnya aku temenan ama kak shela,?bukanya kakak pernah mengajarkan kita untuk tidak membeda bedakan kasta dengan siapa kita berteman,asalkan itu pergaulan yang benar."vania menjawab pertanyaan kakaknya dengan mengingat semua kata yg di ajarkan oleh kakaknya tersebut.mendengar perkataan adik bungsunya tersebut hendri terdiam.
"kakak juga kan yang mengajarkan kita untuk meminta maaf kalau kita memang bersalah" lanjut vania dengan memainkan kedua jari terlunjuk nya dan melirik kakaknya yg sedang terdiam.
"Suasana apa ini kenapa tegang sekali."?sapa varel saat tiba di ruangan kakaknya hendri dan menyaksikan ketegangan vania dan kakaknya.varel melirik ke arah vania lalu vania secara diam diam melingkarkan jari terlunjung dan ibu jarinya sbgai kode untuk kakaknya varel.
"Tuh kak hendri sudah salah tapi gak mau minta maaf."tunjuk vania ke arah kakaknya hendri dan melirik ke arahnya.
"Ada perlu apa rel datang ke Tempat kakak, gak biasanya abis ngampus kemari?".hendri yg merasa di pojokan mencoba untuk mengubah topik pembicaraan.
"Nemuin shela kak ada perlu sama dia soal urusan kampus.sama ini nih jemput adek kita yg bawel ini."jawab varel ke kakaknya setibanya di ruangan kakaknya dengan tanganya yang menjahili vania.sebelumnya vania sudah mengirimkan pesan ke varel untuk menjemput dia dan selly di cafe kakaknya tersebut.
"Tapi ku lihat tadi kayaknya dia lagi sedih,ada masalah apa ya dia..".mendengar ucapan varel hendri jadi salah tingkah.
"kak hendri kenapa..?"varel pura pura menanyakan gelagad hendri saat di rasa kakak nya itu sedang salah tingkah.
"Karena dia ngerasa berdosa kak sama karyawannya.Tapi dia gak minta maaf"sindir vania dengan lirikanya yg tajam ke hendri.
"bersalah?" tanya varel kembali
"iya. tadi vania menemui kak shela langsung di dapur, itu salah vania sih mengajak kak shela untuk mengobrol sebentar dan bahkan vania mengajaknya bercanda tadi. tapi tiba tiba kak hendri datang dengan sikapnya yang super duper serius itu dan langsung menegur kak shela. padahal vanialah yang bersalah." terang vania menjelaskan
"yah kakak manatau kalo kamu tiba tiba berteman dengan dia" bela hendri
vania dan varel saling melemparkan pandangan yang cukup membuat hendri terintimidasi.
"oke oke baiklah... nanti kakak akan meminta maaf dengan shela atas kejadian tadi" pasrah hendri
akhirnya vaniapun tersenyum dan dengan cepat dia memeluk kakak tertuanya itu dengan penuh kasih sayang
"gitu dong, ini baru kak hendri yang bijak" ucap vania setelah memeluk kakaknya dan langsung melirik varel dengan penuh gembira.
varelpun ikut tersenyum karna dia mengetahui rencana vania yang emang ingin sekali mendekatkan kakak tertua mereka itu dengan shela sahabat yang dia percaya mampu menjadi pendamping untuk kakak mereka.
***********
Haripun menjelang sore vania, sely dan varel akhirnya pamit untuk pulang kerumah kepada hendri yang emang seharian sedang berada dicafe untuk evaluasi perkembangan cafenya.
sebelum pulang mereka bertiga juga menemui shela untuk berpamitan
"kak shela kita pulang dulu ya, maaf atas kejadian tadi karna aku kakak tadi jadi diomelin sama kak hendri deh" ucap vania cemberut sambil melirik kearah hendri
"emm maafkan saya shela, mungkin saya terlalu keras menegurmu tadi" ucap hendri yang mendapatkan lirikan tajam dari vania
varel dan sellypun ikut tersenyum senyum melihat mimik wajah hendri yang sedang mengakui kesalahannya itu
"eh tidak apa apa pak, saya maklum kok, karna emang saya sedang dalam waktu bekerja dan sudah sepatutnya saya tidak bermain main dan bercanda seperti itu" shela merasa tidak enak kepada bosnya itu
"sudahlah ga apa apa kok kak, kak hendri juga tau kalo vania yang sengaja mengajak kakak bercanda dijam kerja kakak tadi. dan sebagai permintaan maaf atas kesalah pahaman tadi bagaimana kalo weekend ini kita pergi nonton bersama?" ajak vania kepada mereka
"aku setuju sih, ada film barukan minggu ini" selly ikut menimpali
"iya aku juga setuju kok" tambah varel
"gimana kak shela? mau ya, anggap aja buat refreshing kita semua
"tapi..."
"ga ada tapi-tapian kak, ayolah sesekali aja kok. kak hendri juga harus ikut ya, kakak kan udah jarang banget ngajakin kita nonton. yah mau ya kalian" ucap vania yang langsung memotong ucapan shela langsung
"baiklah..." ucap hendri dan shela hampit bersamaan
"yes...!!!" vania terlihat begitu senang
dan setelah obrolan itupun mereka akhirnya berpisah dan pulang. terlihat vania yang begitu bahagia karna misi pertamanya untuk mendekatkan kakaknya dengan shela telah berhasil.