SEDIKIT KEBEBASAN

1792 Words
rendy yang saat itu baru sampai di rumah dan langsung merebahkan tubuhnya di sofa ruang tamu. "baru pulang ren?" tanya hendri yang baru saja keluar dari ruang kerjanya. "iya kak, abis nganter vania ke rumah selly, dan ngobrol sebentar ama ibu nya terus mampir ke hospital sebentar". ucap rendy sambil memejamkan mata. "dia jadi nginep ke rumah temanya..?" tanya hendri lagi dengan mendudukan tubuhnya di sofa sebelah rendy. "eemm..".jawab rendy dengan berdehem. "bi inah tolong ambil kan air putih bi.."seru rendy ke bi inah yg kala itu sedang sibuk berkutat di dapur untuk menyiapkan makan malam buat mereka. "baik tuan.."balas bi inah dari arah dapur, selang beberapa saat bi inah ke ruang tamu sambil membawa segelas minuman buat rendy. "maksih bi" ucap rendy saat bi inah menyodorkan minuman ke padanya. "oh iya, bibi malam ini tidak usah masak makan malam buat vania, dia nginep di rumah temanya untuk malam ini." lanjut rendy sebelum bi inah berhasil melangkahkan kakinya menuju dapur. "baik tuan.."lalu bi inah melangkahkan kakinya kembali menuju dapur. rendy terlihat menghela nafas beberapa kali sehingga hal itu membuat hendri bertanya-tanya "kenapa ren..ada yg mau di omongin?"tanya hendri penasaran "hari ini rendy melihat vania yg dulu lagi kak, vania yang ceria, vania yang cerewet vania yg dengan segala ke usilanya, hari ini rendy melihatnya di rumah selly..".rendy menjawab pertanyaan kakaknya sambil menerawang kejadian beberapa waktu yang lalu "apa cara kita menjaga vania selama ini salah kak..??"lanjut rendy dengan sebuah pertanyaanya. "maksud kamu apa ren.?" hendri tidak mengerti maksud rendy dengan bicara semua itu. "ku rasa vania terlalu kita kekang kak.."lanjut hendri "perasaan kamu saja itu ren.. sudah sana kamu mandi dulu, kamu terlihat capek" ucap hendri yg melihat adeknya terlihat berantakan. "ya udah ku masuk ke kamar dulu kak."ucap rendy. "varel belum pulang ya kak.?" rendy dari tadi tidak mendapati varel. "kalau belum ada motor nya di rumah berarti dia belum pulang.."jawab hendri asal,mendengar jawaban hendri, rendy lalu mengarah kan pandanganya keluar, memastikan ada tidaknya motor varel,dan ternyata memang tidak ada di halaman rumah ,adeknya belum pulang. rendy lalu melanjut kan niat nya masuk ke kamar guna membersihkan diri, hari ini rendy benar- benar merasa lelah. setelah membersihkan diri rendy keluar kamar untuk menyantap makan malam bersama saudaranya yang lain dan kebtulan varel juga sudah pulang dr kuliah. setelah hening beberapa saat yg tadinya hanya bunyi dentingan2 sendok dan garpu di meja makan, varel memulai percakapan. "vania kemana kok ngk ikut makan malam"? tanya varel heran, karena tidak mendapati adek nya yg manja itu ikut menikmati makan malam. "nginep di rumah temanya, kenapa? nggak ada yg bisa kamu godain ya?" balas rendy dengan nada menyindir. "tumbenan kak hendri ngijinin.."?varel bukanya membalas pertanyaan rendy malah balik memberi pertanyaan ke kakak nya hendri sambil memasukan makanan ke dalam mulut nya. ucapan varel menghentikan aktifitas makan kakaknya hendri, dia menatap varel dengan tatapan tajam. "apa ada yang salah dengan itu.."? ucap hendri dingin. lalu kembali menyuap sisa makan terakhirnya, "kakak udah selesai makanya.sebaiknya kalian juga cepat selesaikan makanan kalian, kasihan bi inah dan mbak susi, istirahatnya jadi kemalaman." lanjut hendri yg sudah beranjak dr meja makan dan melangkah kan kakinya menuju ruang kerjanya. "ada apa denganya ,kenapa menyebal kan sekali," guman varel yg mendapati kakak nya kesal dengan pertanyaanya. "memang begitu kan kak hendri orangnya.." balas rendy yg mendengar gumanan varel. ************** hendri yg sudah ada di ruang kerja lalu mendudukkan diri di atas sofa yang berada di ruang kerjanya dan menyandar kan punggungya di punggung sofa sambil sesekali memijat pelipisnya. perkataan rendy tadi menjadi beban pikiran tersendiri buat hendri, mungkin memang benar apa yang di katakan rendy, cara dia menjaga adek perempuanya mungkin terlalu berlebihan. semenjak kedua orang tuanya tiada hendri bersikap sebagai kakak sekaligus orang tua bagi adik-adiknya. dia terkesan tegas dan galak semua itu dia lakukan agar adik-adiknya tetap berada didalam pengawasannya. bahkan seluruh hidupnya dia pertaruhkan untuk kehidupan sang adik. mulai dari waktu dan pekerjaan. dia harus bisa membahagiakan dan mencukupi segala keperluan dikeluarga itu. "apa benar aku terlalu tegas terhadap semua adik-adikku?" tanyanya dalam hati "tapi ini semua aku lakukan agar mereka semua terjaga keamanannya." ucapnya lagi dia berfikir terus menerus bagaimana cara agar membuat semua adik-adiknya merasa aman, mungkin dia harus sedikit membiarkan adiknya bebas. "mereka sudah sedikit dewasakan?" gumanya. ************* pagi itu vania sudah tiba dirumahnya pukul 8 pagi. sopir pribadi yang ditugaskan kakaknya sudah menjemputnya dari pagi-pagi buta menurutny. karena kakak nya hendri ada keperluan mendadak.dia menyuruh sopir pribadi keluarganya itu untuk menjeput adek perempuanya tersebut.sedikit kesal dengan perlakuan kakaknya yang menyuruhnya pulang sepagi ini. tapi begitulah sifat kakaknya yang sangat teramat menjaga dirinya. setibanya diruang tengah dia mendapati varel yang sedang duduk santai disofa keluarga dengan tv yang menyala. sementara kakak-kakaknya yang lain sudah diyakininya pasti telah sibuk dengan aktifitasnya masing-masing. "pagi kak varel" sapa vania hangat dan langsung duduk bersandar disofa lain tak jauh dari varel. "pagi juga adekku. sudah pulangkah? pagi sekali pulangnya." ucapan varel penuh dengan senyuman "seperti biasa, perintah kak hendri tak dapat dibantah". kesel vania. "itu demi kebaikanmu adikku." " yaa aku tau, ntah kapan sikap kak hendri akan berubah." "saat kamu cukup dewasa. ha ha ha" ktawa varel membuat vania menatap sinis kakaknya tersebut. tak lama setelah perbincangan itu vania pamit untuk masuk kekamar tidurnya. ************* siang ini hendri memiliki jadwal dengan clientnya yang ternyata dulu adalah teman semasa sekolahnya dahulu. meeting berjalan dengan lancar dan mereka berbincang - bincang sejenak sambil membicarakan masalalu di sekolahnya. tak sedikit banyak juga mereka bercerita tentang karir yang mereka jalani saat ini. dari mulai awal bergabung dengan perusahaan masing masing, membagi waktu dengan kehidupan sehari hari, dan kehidupan pribadi lainnya mereka bercerita hingga memakan waktu yang cukup lama. tak lama datang seorang gadis yang sangat ceria menghampiri meja mereka. hendri berfikir bahwa gadis itu adalah kekasih temannya ini, gadis itu dia perkirakan seusia dengan adik bungsunya vania. "mas Reno udah selesai?" tanya sang gadis dan lalu duduk disebelah reno teman dari hendri "sudah. ini sudah selesai kok. oh iya hendri, perkenalkan ini adikku widya. widya ini teman sekaligus rekan bisnisnya mas reno namanya kak hendri." ucap Reno sambil memperkenalkan mereka masing masing. "halo kak hendri. aku widya adiknya mas reno" ucap widya sambil tersenyum dan memperkenalkan dirinya. "halo juga widya. wahh baru tau saya ternyata Reno memiliki adik." balas hendri sambil tersenyum hangat. "ha ha iya dia selama ini bersekolah diluar negri ikut dengan omku hen. dan dia berencana untuk menetap dan tinggal disini. aku takut dia terlalu bebas hidup disana hingga lupa asalnya dari mana. iyakan dek." jelas reno sedikit. "ih mas, widya mau balik ke sini karna kangen papa mama ya. lagian widya disana jadi anak yang baik kok." widya membela dirinya "iya tapi siapa yang tau nanti kamu lama lama akan salah pergaulan dek. mas gak mau kamu begitu. om disana cukup sibukkan. jarang ada yang memantau kamu nantinya kalau dari sini mas bisa ikut memantau kamu. kamu boleh berpacaran atau pergi kemana saja selagi kamu bisa menjaga diri kamu loh. papa mama dan mas gak akan melarang kamu apapun kan" "iya mas Reno kesayangannya widya. makasih loh sudah selalu ngertiin adekmu ini." hendri melihat rasa kasih sayang yang besar dari mereka. sedikit iri dengan rasa kasih sayang mereka "apa kamu tidak merasa tertekan dengan perlakuan kakak mu ke kamu widya"?.pertanyaan hendri membuat widya mengerut kan keningnya heran. "kenapa harus merasa tertekan kak.selama itu baik untuk aku.? aku akan menerima nasehatnya.dan juga selama ini mas reno selalu memberi kebebasan ke aku asal aku tau batasan ku".jawab widya ke teman kakak nya itu. hendri tersenyum mendengar jawaban dari widya. tak ada salahnya kalau dia juga memperlakukan adik perempuan satu satunya itu seperti widya diperlakukan oleh reno sahabat sekaligus rekan bisnisnya itu. *************** saat jam makan malam tiba hendri beserta adik adiknya telah duduk seperti biasa dimeja makan keluarga itu. makan malam dengan penuh kedamaian bagi mereka. selesai dengan acara makan malam hendri memulai percakapan dengan adik adiknya itu. "apa kalian sudah selesai dengan makannya" ucap hendri memulai pembicaraan dimeja makan. varel dan rendy menganggukan kepala hampir secara bersamaan. vania yang baru saja menyelesaikan suapan terakhirnya pun lalu meletakan sendok tersebut keatas piring dan menghabiskan minumnya hampir setengah dari gelas yang ada disampingnya. dia kemudian ikut menganggukan kepala tanda telah selsai dari aktifitas makan malamnya barusan. "ada beberapa hal yang akan kakak bahas dengan kalian semua. rendy bagaimana statusmu dengan pacaramu itu? apa kalian akan beneran berencana untuk pergi liburan bersama?" tanya hendri kepada adik pertamanya itu "apa kakak setuju kalau aku mengambil cuti kerjaku dan pergi bersamanya? orang tua dea setuju. dan kami sudah berencana untuk bertunangan di tahun depan kak." ucap rendy menjelaskan hubungannya dengan kekasihnya itu. "kakak setuju dengan rencana pertunanganmu. dan selagi liburanmu tidak dihabiskan dengan menghambur-hamburkan uang kakak juga menyetujuinya. kamu harus belajar menabung untuk keluargamu kelak." nasihat hendri untuk adik tertuanya itu. rendy menganggukan kepalanya agar kakaknya itu percaya kepadanya. "lalu bagaimana kuliahmu rel? kapan skripsimu selesai? kamu boleh dekat dengan teman teman gadismu itu. tapi kamu tetap harus ingat untuk pendidikan dan karirmu itu." ucap hendri mengingatkan lagi. kali ini dia mengingatkan kepada verel yang sudah memasuki masa akhir kuliahnya. " skripsiku juga hampir selesai kak. semua sudah aku persiapkan dengan matang. kakak tenang saja. adikmu ini tak akan sedikitpun mengecewakan segala perjuanganmu."ucap verel sambil tersenyum dengan bangga "baguslah. kakak hanya ingin melihat kalian sukses untuk kedepannya. dan untuk adik perempuan tersayang kakak, bagaimana sekolahmu? apakah ada hal-hal sulit yang kamu alami vania? kakak ingin kamu bahagia seperti anak anak perempuan lainnya, meskipun kita sudah tidak memiliki orang tua tapi kakak berharap kamu tak kekurangan kasih sayang sedikitpun. untuk kedepannya, kamu boleh bergaul dengan siapapun selagi itu positif untukmu ya. kakak tak akan melarangmu pergi dan melakukan aktifitas lainnya yang kamu suka. tapi sekali lagi ingat hanya berlaku untuk hal hal positif ya." vania menganggukkan kepalanya. air matanya tak terasa seperti akan menetes keluar dari kelopak matanya. "vania sayang kak hendri, kak rendy dan kak verel. vania gak pernah merasakan kurangnya kasih sayang dari kalian semua. vania juga tak akan mengecewakan kalian. Vania akan jadi adik kebanggaan untuk kalian suatu saat nanti. vania juga terus berharap kak hendri bahagia selalu. terimakasih telah menjaga kami bertiga dengan tulus dan rela menukarkan kebahagiaan kakak untuk menjaga kami. papa dan mama pasti bangga sekali diatas sana. dan sebaliknya, vania ingin melihat kak hendri bahagia dan mulai fokus dengan kehidupan kakak sendiri. kami pasti akan menjaga diri sebaik mungkin untuk tidak mengecewakan kakak." ucap vania sendu hendri pun mengangguk mendengarkan perkataan dari adik bungsunya itu. rasa haru yang dirasakannya saat ini menciptakan kebanggan hebat untuk dirinya. ketiga adiknya benar benar bisa bersikap dewasa dan tidak ingin menyusahkan dirinya. dia bangga memiliki adik seperti mereka. seluruh adik beradik itu saling mencurahkan kasih sayangnya. ruangan makan yang penuh kehangatan menjadi saksi betapa saling berbagi kasihnya mereka untuk menjaga satu sama lain.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD