MENGINAP

1227 Words
malam itu vania merasa bahagia sekali setalh mendapat kan kontak gadis yg membuat nya kagum dengan keberanianya.saat jam makan malam dia sibuk mengotak ngatik benda pipih yg namanya ponsel,yg menjadi tempat favoritnya buat berbagi cerita ke sahabat nya selly. me:sel gue ada kabar bagus buat lo my besti:kabar bagus apaan? me:gue dapat kontak nya kakak cantik yg dulu kita temuin di cafe itu. my besti:serius? me:serius,dan lo tau yg lebih mengejut kan lagi dia kerja partime di cafe kakak gue my besti:terus terus lo ngobrol ama dia ? me:iya tadi gue sempet ngobrol bentar tapi dianya lagi buru-buru katanya mau berangkat kuliah dan jg tadi gue kirim pesan ke dia tapi belum di buka juga ampe sekarang (emot sedih) my besti:lagi sibuk dengan aktifitas kuliah nya kali. belum sempet vania ngebales lagi pesan dr s3lly kakaknya hendri sudah menegurnya. "van jngn hanya main hp,selesaikan makan malam mu dulu.!!"seru hendri dengan tegas. "iya..."vania buru-buru menutup ponsel nya dan mengirim pesan terakhir ke selly. me:udah dulu besti,kakak gue marah,ini gue masih di meja makan ntar lanjut lagi ceritanya. my besti:sip okey,gue juga mau bantuin ibu gue dulu nyiapin bahan buat roti. setelah membaca pesan terakhir dari selly,vania melanjutkan makan malamnya dengan tenang. *** saat ini vania berada di kantin sekolah bersama selly,mereka menikmati makan siang mereka dengan sedikit berbincang bincang. "jadi nginep ke rumah gue...?"ujar selly memulai percakapan. "jadi.gue udah minta ijin ama kak hendri,..tapi hanya semalam".jawab vania dengan sedikit kecewa. "masih mending di kasih ijin,dari pada enggak samasekali". "iya juga sih.tapi bener-bener dech kakak-kakak gue tuh ngeselin,semenjak ortu gue meninggal mereka jadi super protektif ke gue,".vania menghembuskan nafas lemah. "itu artinya kakak lo sayang sama lo...harusnya lo bersyukur punya kakak yg bener-benar ngejagain lo."ucap selly memberi pengertian ke sahabtnya itu. selly memiliki dua saudara dan dia anak tertua dari dua bersaudara jadi dia tau apa yg menjadi penyebab seorang kakak protektif terhadap adek-adek nya. sepulang sekolah vania melanjutnya niat nya untuk bermalam di rumah selly,kakak nya rendy yg mengantar kan mereka ke tempat tujuan.di sepanjang perjalanan menuju rumahnya selly kakka nya itu tak henti-henti nya memberikan ceramah ke vania dengan hal-hal kecemasan yg berlebihan dan menurut vania itu memang hal yg ngk penting untuk di omongkan hingga membuat gendang telinga vania serasa mau pecah. vania merasa dirinya seperti anak kecil yg harus mendapat kecemasan berlebihan itu dari kakak nya.menurut selly yg berada di situ juga merasa kakak vania terlalu berlebihan.di samping itu selly juga merasa kagum dengan kakak vania,sebegitu sayang nya mereka terhadap sahabatnya.selly merasa sahabtnya begitu beruntung memiliki kakak seperti mereka. "sudah kak ngomongnya,vania ini bukan anak kecil,vania bisa jaga diri,lagian vania nginepnya juga di rumah selly,apa yg perlu di cemas kan sih.!"ucap vania yg sudah tidak tahan dengan ocehan kakaknya. "kakak ini hanya mencemas kan mu van..lagian ngapain juga kamu pake nginep segala ke rumah selly,nanti di rumah kan jadi sepi ngk ada kamu."ucap rendy kemudian. "kak rendy ini kenapa sih,bukanya lebih nyaman kalau sepi ngk ada vania di rumah.bukanya vania ini nyebelin,apalagi kak varel tuh pasti dia kegirangan ngk ada vania di rumah"?.jawab vania dengan nada menyindir. "kata siapa begitu,?dan sejak kapan kakak bilang adek kakak yg manja ini nyebelin.?"balas rendy dengan menggoyang dagu adek nya yg duduk di sebelahnya.vania menepis tangan kakaknya tersebut.selly yg melihat perdebatan dua saudara tersebut hanya geleng-geleng kepala. "ih kakak nyebelin."sungut vania.rendy hanya tersenyum. tak berapa lama mobil rendy sampai ke tempat tujuan,vania dan selly lalu turun dari mobi di ikuti kakak nya rendy. "ngapain kakak ikut turun.?sudah sana pulang pulang"usir vania yg melihat kakaknya ikut turun. "kakak mau mampir sebentar minta minum boleh kan sel..?".ucap rendy sambil melirik ke arah selly. "boleh,ayo kak..."ajak selly.di teras terlihat ibunya selly dan kedua adek kembarnya yg masih kecil-kecil menghampiri mereka "ck..menyebal kan sekali kakak ini"vania melirik ke kakaknya sebal. "bibi...si kembar !!"seru vania yg melihat bibi winda dan adek-adek nya selly menghampiri mereka. "kakak vania...!" seru si kembar hampir bersamaan.vania membentangkan kedua tanganya ke arah mereka berdua. "tumben jam segini kalian ada di rumah,kalian ngk jualan kue..?".tanya vania ke si kembar,biasanya jam jam segitu mereka berdua mangkal di tempat lapangan basket deket rumah mereka buat berjualan kue di sana. "sudah habis kak."jawab si kembar rina "ibu hari ini buat kue nya tidak bnyak,makanya cepat abis".ucap rani menimpali. "ohhh,tunggu Sebentar ya kakak ada hadiah buat kalian.."ucap vania sambil merogoh isi tasnya dan mengeluarkan buku cerita untuk mereka."tara..nih buat kalian" "horeee maksih kak.."jawab mereka serentak kegirangan lalu mereka masuk kedalam rumah.vania tau kalau adek-adek nya selly memang senang membaca.melihat si kembar kegirangan wajah vania terlihat bahagia,vani tersenyum lebar dan mengikuti langkah si kembar masuk ke dalam rumah. rendy yg melihat hal itu merasa heran dengan adek nya,adeknya itu seperti dia yg dulu dia yg dulu masih memiliki kedua orang tua mereka,semnjak kedua orang tua mereka tidak ada jika di rumah vania lebih banyak diam dan menghabiskan waktunya di kamar dengan membaca buku atau main ponsel,tapi di sini rendy melihat kembali adek nya yg dulu. "mari masuk dulu nak.."ucap bibi winda membuyarkan lamunan rendy. "maksih bi."jawab rendy melangkah kan kakinya masuk ke dalam rumah,sampai di dalam rumah rendy masih memperhatikan adeknya yg sedang asyik bermain dengn si kembar. "duduk dulu nak..tunggu sebentar ya bibi ambil kan minum.."ucap bibi winda memper silahkan rendy untuk duduk lalu kemudian dia masuk kedalam untuk membuat minuman. "ngk usah repot-repot bi,air putih saja tidak apa-apa"jawab rendy segan. "tidak apa-apa,bibi tidak merasa di repotin kok..!" balas bibi winda dr arah dapur.beberapa saat kemudian bibi winda sudah kembali dengan membawa nampan berisi air jus jeruk dan cemilan,lalu mwmper silahkan rendy untuk meminum nya. "di minum nak.."ucap bibi winda sambim menyodorkan minuman ke rendy. "maksih bi"rendy menerima minuman itu lalu meminum nya hingga tandas. setelah berbincang sebentar dengan ibunya selly selang beberapa saat rendy beranjak dr duduknya lalu berpamitan untuk pulang. "nitip vania ya bi.."ucap rendy ketika hendak melangkah kan kakinya keluar pintu. "kayak barang aja main di titipin,"vania yg mendengar ucapan kakaknya langsung saja menjawab ucapan kakaknya. "iya, nak rendy tidak usah kawatir.."jawab bibi winda sambil geleng-geleng kepala ke arah vania. "nak vania,sama kakak nya kok begitu"lanjut bibi winda menasehati ke vania. "memang begitu sikap dia ke kakaknya bu.ngk ada bagus-bagus nya"selly yang tiba-tiba muncul turut menimpali percakapn mereka. "kok kalian jadi belain kak rendy sih."ucap vania cemberut.rendy yg melihat hal itu hanya tertawa. "ya sudah rendy pamit ya bi..kaka pulNg dulu ya van,besok jngn lupa kabarin kakak lagi kalau mau pulang"ucap rendy sambil ngacak-acak rambut vania lalu berjalN menuju ke arah mobil nya terparkir. "kebiasaan.." gerutu vania,.. "hati-hati di jalan ya nak rendy.."!seru bibi winda ke rendy yg sudah masuk ke mobil dan siap meninggal kan halaman rumahnya. "iya,bi maksih buat minumnya,dan kalau vania rewel jewer aja bi..!!"seru rendy sambil melambaikan tanganya ke arah mereka lalu berlalu pergi. "main jewer aja memang nya vania anak kecil."vania menggerutu dengan sendirinya padahal kakaknya sudah berlalu pergi. "kamu memng masih kecil van"ujar bibi winda menepuk-nepuk bahu vania. "ih bibi, vania udah SMA loh,kok di bilang masih kecil "jawab vania dengan nada manja. "sekolahnya memang sudah SMA tapi sifat nya masih kek anak kecil.."selly ikut menimpali perkataan ibunya. "kok lo jadi ikut-ikutan ngatain gue kek anak kecil,lo besti gue bukan sih"?,vania main jitak kepala selly. "sakit bego.."selly siap mau ngebales jitakan vania tapi vania buru-buru kabur "sukurin..!!"seru vania sambil kabur "sudah-sudah masuk kedalam,sudah hampir magrib ini"ucap bibi winda menengahi,lalu kemudian mereka sama-sama masuk kedalam rumah.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD