Sudah seminggu lebih semenjak shela bekerja partime di tempat kakaknya varel.dia tidak kesulitan beradaptasi dengan lingkungan kerjanya tersebut.mungkin karena banyak nya pekrjaan partime yg pernah dia kerjakan menjadikan dia cepat tanggap dan mudah mempelajari sesuatu dengan cepat,sehingga sang manager tidak lah sulit memberi dia arahan.hingga manager nya itu sering memujinya.
karena hal itu ada sebagian temanya meresa iri terhadapnya bahkan ada yg menjahilinya,seperti dua hari lalu ketika shela hendak mengantar kan pesanan kepada pelanggan tiba-tiba salah satu teman yg tidak menyukanya menyanndung kakinya alhasil shela hampir jatuh dan menumpah kan sebagian makanan yg di bawanya tadi ke salah satu pelnggan cafe itu.
"maaf pak,tidak sengaja,kaki saya tergelincir."shela cepat-cepat mengucp kan kata maaf ke pelnggan tersebut.dengan gemetar ketakutan.
"tidak apa-apa nona.nona memang tidak sengaja..".balas pelnggan itu dengan tulus,beruntung pelnggan muda itu berbaik hati dan tidak memper masalah kanya.
"sekali lagi saya mohon maaf pak."shela menunduk kan kepalnya masih tidak enak dengan pelnggan itu.sedang kan teman yg mengerjainya tadi tertawa kegirangan di dalam hati.
"iya tidak apa-apa ini bukan masalah besar,hanya tertumpah sedikit air jus yg kamu bawa tadi."jawab pelnggan itu dengan senyum di wajah nya,menandakan bahwa memang dia tidak mempermalsahkanya.
"apa tidak sebaiknya saya keringkan sedikit bajunya pak.saya benar-benar merasa tidak enak kepada bapak.".shela semakin tidak enak hati dengan kebaikan pelnggan itu.
"tidak usah nona,ini nanti kering sendiri".saat sedang sibuk berdebat dengan sesuatu yg seharusnya tidak perlu di permasalahkan tersebut tiba-tiba hendri datang menuju arah mereka yg kebetulan saat ini dia ingin menemui patner bisnisnya.
"ada apa ini al."?.tanya hendri ke aldo.pelnggan yg tertumpa minuman tadi ternyata bernama aldo dan dia teman sekaligus patner bisnisnya hendri yg kala itu sedang menunggu hendri untuk membahas soal pemasaran periklanan bisnis mereka.
shela yg melihat ceo nya tersebut dia semakin gemetar ketakutan,entah apa yg akan menimpa dengan pekerjaanya nanti.
"ah tidak ada apa-apa.nona ini hanya tidak sengaja sedikit menumpah kan minuman di baju ku.".jawab aldo menjelas kan,hendri yg melihat hal itu sedikit marah.
"bagaimana kamu ini,harusnya kamu lebih hati-hati..!". hendri mengingat kan ke shela yg dr tadi berdiri ketakutan.manger yg melihat keributan itu segera menghampiri."ada apa ini pak?"tanya manger ema di tengah-tengah keributan itu."apa dia anak baru.."?hendri balik bertanya ke ema."iya pak dia baru seminggu bekerja partime di sini".jawab ema kemudian."lihat lah apa yg telah di perbuat oleh dia".ucap hendri menujuk ke arah baju temanya.
"ma-maaf pak,saya tadi tergelincir.".shela berusaha membela diri."maaf pak atas keteledoran shela.".jawab manager itu membela shela.dengan sedikit menunduk.
"sudah lah hen,dia memang ngk sengaja,sebaik nya mari kita lanjut urusan kita".sela aldo yg merasa kasihan sama shela.
"lain kali suruh dia lebih ber hati-hati dalam bekerja..y sudah lanjut kan kerja kalian. "lanjut hendri.ke manager itu sambil menunjuk ke shela dengan sedikit merendah kan intonasi nada marahnya.
"baik pak"jawab ema.
"hari ini ada meeting penting kita.."hendri malnjut kan biacaranya sambil kembali menghadap aldo.
" ngk pa-pa aku ada baju ganti di mobil ku".jawab aldo." lanjut kan kerja anda nona"aldo menyuruh shela untuk melanjut kan kerjanya dengan tersenyum ke arah shela,lalu shela pun berpamitan untuk melnjut kan kerjanya.
"permisi tuan..trimaksih atas kemurahan hati tuan"shela menunduk sebentar lalu pergi dr situ.di ikuti dengan managernya.
"jngn di masukin ke hati shel,pak hendri memang begitu semenjak kepergian orang tuanya,sikap nya memang berubah drastis"manager shela berusaha menghibur shela yg waktu itu merasa putus asa.
"mbk ema sudah lama ya kerja di sini"?tanya shela ke manager nya.
"udah hampir sepuluh tahun aku kerja di sini.."jawab ema sambil tersenyum."sebenrnya tuan hendri baik orangnya walau terkesan dingin".ya sudh lanjut kan kerjaan mu,masih banyak pelanggan yg menunggu,aku tau tadi itu bukan murni kesalahan mu".benar sekali manager nya itu mengetahui apa yg terjadi,dia tadi sempet memdengar lily dan satu temenya ngomong kalau dia berhasil membuat shela berada dalam masalah.
shela saat ini masih mengelap meja yg selesai di pakai pelanggan cafe itu,tiba-tiba manger nya memanggil dia.
"shel sini..!"teriak managernya ke shela
"iya mbk ema ?".shela mendekat ke arah managernya.
"antar kan pesanan ke meja yg di sana ya,nih pesananya".managernya menunjuk satu meja yg terdapat dua orang pelanggan satu laki-laki dan satu perempuan,sambil menyodor kan list pesanan yg di pesan dua orang tersebut.
"selain varel.mereka itu juga adik-adiknya pak hendri,dan yg cewek itu tadi yg meminta pesanan nya di antar kan sama kamu".sang manager sedikit berbisik ke arah shela menjelaskan siapa pelanggan yang menyuruh shela untuk mengantarkan pesanannya kepada mereka,dan shela merasa sedikit heran dengan hal itu.
"kenapa memang nya mbk".tanya shela,dia sedikit berpikir apa dia melakukan kesalahn lagi.di samping itu ceo nya itu juga menghampiri meja yg di duduki kedua adeknya tersebut.
"aķu juga ngk tau kenapa,kamu ngk bikin masalah lagi kan?"
"enggak mbak,sumpah".jawab shela sambil mengangkat kedua jarinya.
"aku cuma bercanda,y sudah sana buruan ambil pesananya lalu anter ke meja mereka".ucap managernya sambil mengedip kan satu matanya.
"siap mbk".shela lalu menuju antrian makanan dan mengambil pesanan mereka.
sesampainya di meja tujuan."silahkan tuan,nona menjamu makananya".ucap shela sambil tersenyum manis ketika selesai meletakan pesanan.
"pe-permisi..".saat ini shela merasa sangat gugup karena hendri mentapnya dengan tatapan dingin.belum lagi adeknya yg cewek juga dr tadi menatapnya.shela buru-buru berbalik hendak meninggal kan meja itu tapi tiba-tiba langkahnya di hentikan oleh vania
"tunggu bentar kak..!"ucap vania agak sedikit berteriak
"iya non,apa nona membutuh kan sesuatu lagi"? shela kembali membalik kan badan nya ke arah mereka,dengan senyum kakunya yg masih mengembang.
"tidak,saya hanya mau tau, nama kakak siapa."?shela menggaruk-garuk alisnya yg tidak gatal,sedikit terkejut dengan pertanyaan adek ceo nya tersebut.
"biar kan dia melanjut kan kerjanya,jngn menggagunya".sela hendri."pergilah..".suruh hendri ke shela,lalu shela cepat-cepat melangkah kan kakinya pergi dr situ guna menghindari pertanyaan-pertanyaan yg akan keluar dari mulut adek temanya tersebut.
"ya ampun selain varel mereka aneh sekali..jantung ku serasa mau meledak".guman shela setelah sampai di belakang cafe.
"apanya yg mau meledak shel".tanya temen sheli yg bernama nabil tiba-tiba.
"ngagetin aja bil.." shela dibuat terkejut oleh temanya yg tiba-tiba saja sudah berada di sebelahnya.nabil hanya nyengir tak berdosa.
"di apain kamu sama adek nya pak bos..?"tanya nabil ke shela,shela menghela nafas."ngak biasanya loh adek nya pak bos yg cewek mau nyapa waitress kek kita..jngn kan nyapa natap muka kita aja ogah.agak nyebelin gitu."lanjut nabil mejelaskan,nabil salah satu teman shela di cafe itu yg menyukai keberadaanya.di samping itu shela sebenrnya juga orang yg ramah.
"cuma nanya nama aku".jawab shela singkat."tapi masak sih dia nyebelin.kelihatanya dia ramah..".lanjut shela,
"mungkin dia menyukaimu".ujar nabil maksud temen nya itu.
"mau di jadiin kakak nya mungkin ha ha ha".nabil menggoda shela dengan meledak kan tawanya.
"ada-ada aja kamu kalau ngomong.."shela mencubit lengan temnya tersebut.
"aduch sakit shel..abis ini kamu mau ngapus shel?"tanya nabil kemudian
"iya,aku ganti baju dulu ya bil.."ucap shela,kemudia dia menuju ruang ganti hendak mengganti sragam cafe dengan baju yg dia pakai tadi pagi.
sementara itu."kak hendri apaan sih,orang mau nanya nama doang malah di suruh pergi."gerutu vania yg tidak mendapat balasan pertanyaan dr shela tadi.mereka sambil menikmati makanan yg mereka pesan tadi.
"ngak biasanya kamu nanyain nama waitress...".ujar rendy yg dr tadi hanya diam.sambil menyuapi nasi goreng kesukaan ke mulut nya.
"dia itu berbeda kak..".ujar vania semngat.
"apanya yg berbeda,menurut ku dia sama saja seprti waitress-waitress lainya.ceroboh ".hendri menimpali,mengingat dua hari yg lalu yg menimpa aldo karena kecerobohan shela.
"semua di mata kakak itu sama ngk ada yg berbeda..".ucap vania melirik kakaknya sebal.
"sudah jngn di lanjut kan,habiskan makanan mu"ujar rendy kemudian.
".ini kak titipan dr om aji yg kamu minta tadi."rendy menyodor kan berkas pemberian om aji tadi kepada kakak nya.
"ini sudah dapat persetujuan kan?"tanya hendri ke adek nya.
"sudah kak,kata om aji hanya perlu melangsukan proyek yg akan kakak tangani , menurut om aji sepertinya pembangunan proyek ini akan berhasil ,mengingat banyak nya investor yg menunggu pembangunan proyek ini"kata rendy menjelaskan apa yg tadi di ucapkan oleh om nya aji.
"bagus mungkin karena tempatnya setrategis,kakak jg berencana ingin membangun cafe di sebelahnya,apa perlu bangun hospital untuk mu juga? ".ungkap hendri ke adek nya rendy memberikan usul.
"kalau menurut kakak strategis dan lahan masih bisa di pakai kenapa tidak.."ungkap rendy menyetujui usul kakak nya.melihat hal itu hendri memanggut-manggut kan kepalanya.
"kalian ini benar-benar menyebal kan,ngk di rumah ngk di luar yg di bahas tentang kerjaan mulu.."vania benar-benar di buat kesal dengan kedua kakak nya yg hanya membicarakan tentang pekerjaan.
"kenapa kamu jadi kesal seperti ini van".rendy keheranan melihat sikap adek nya itu.
"sudah lah,aku dah selesai makanya,lanjut kan saja perbincangan kalian aku akan menunggu di mobil".vania beranjak dari tempat duduk nya dan bergegas menuju ke mobil.
"ada apa dengan dia...akhir-akhir ini mood nya jelek sekali".hendri juga merasa keheranan dengan sikap adek kesayanganya tersebut yg akhir-akhir ini sering berubah ubah.
"y sudah kak aku cabut dulu ya,selebih nya kakak bisa tanyakan sama om aji di kantor saja".rendy beranjak dr duduk nya.
"baik lah...hati-hati menyetir nya,ketemu lagi di rumah".ujar rendy menepu nepuk punggung adek nya.
"kakak ngk pulang bareng kita.."?.tanya rendy ke hendri.
"nanti,kakak masih ada urusan sama temen kakak,kamu duluan aja."jawab hendri yg memang masih ada pertemuan dengan temenya aldo.rendy hanya mengangguk kan kepalnya lalu berlalu pergi dr hadapan kakaknya menuju parkiran.
sampai di tempat parkir ketika vania hendak membuka pintu mobil tiba-tiba dia melihat seseorang yg sedang mengganggu pikiranya dari tadi. lalu buru-buru menghampirinya.
"hai kak..!!"seru vania tiba-tiba sambil mengangkat telapak tanganya memberi salam ,shela yg tidak mengetauhi kedatangan vania sedikit berjingkat dengan sapaan itu
"hai juga nona..sedang apa nona berada di sini."tanya shela keheranan.
" aku mau menunggu kakak ku di mobil,pembicaraan mereka membosan kan seputar pekerjaan,jadi aku berniat menunggu kakak aku di mobil."jawab vania ke shela."oh..y sudah nona aku permisi dulu.."ujar shela hendak berlalu pergi."tunggu kak,kenapa buru-buru sekali,kakak sudah mau pulang?"tanya vania ke shela."mau berangkat kuliah non.."jam partime saya sudah selesai,permisi".lagi-lagi vania menghentik kan langkah shela yg hendak cepat-cepat pergi dr situ."boleh tau nama sama no tlp kakak ngak,siapa tau kita bisa jadi teman atau kakak gitu"?ucap vania sambil tersenyum."kenapa dia ini,tiba-tiba minta no tlp segala?".guman shela dalam hati."hai kenapa diam."seru vania menyadarkan lamunan shela ."aku shela..".jawab shela menyodor kan tanganya."aku vania.okey mulai sekrang kita temenan".ucap vania dengan senyum manis nya."baik lah kita teman.kl begitu aku permisi nona".pamit shela yg sudah merasa kesal itu.
"hai tunggu, kamu blm kasih no tlp kamu ke aku dan juga satu lagi jngn panggil aku nona kan kita sudah temenan,panggil aja vania.".
"oh iya lupa ini van no aku.."shela memberikan no tlp nya ke vania.lalu shela segera pergi dr situ,"bye kak shela".vania melambaikan tangan ke shela lalu kemudian shela membalasnya dan berlalu pergi.
saat sedang berbalik vania terkejut melihat kakaknya rendy sudah berada di belakangnya.
"isshhh kak rendy ngagetin aja."vania mengelus dadanya.
"apaan tadi.."?tanya hendri."apaan apanya,kak rendy ini ngk jelas."jawab vania acuh sambil melangkah menuju mobil meninggal kan kakkanya rendy,rendy kemudian menyusulnya.
"ngapain kamu minta nonya waitress itu"?tanya rendy ke vania.
"dia punya nama namnya shela.kenapa.?emang nya ngk boleh."?jawab vania ketus.
"siapa yg bilang ngk boleh,kan kakak cuma nanya,kamu ini sensi sekali.."ucap rendy.sambil mengacak rambut adek nya tersebut.
"vania mau temenan sama dia.."ujar vania dengan wajah senang nya.
"temen?.."
"iya.."
"terserah kamu saja,asal kamu bahagia adek ku yg manja"ucap rendy sambil siap menyetir mobil nya meninggal kan cafe.
dalam perjalanan pulang vania terlihat senyum-senyum sendiri.rendy yg melihat hal itu hanya geleng-geleng kepala,benar-benar tidak mengerti apa isi kepala adek kesayanganya tersebut.