Sore itu shela dan varel berangkat untuk menuju ke cafe milik kakaknya varel.sebuah cafe yg letaknya tidak begitu jauh dari tempat tinggal shela.sesampainya di sebuah cafe mereka berhenti.shela melihat sekeliling cafe tersebut "the coral cafe" yg menjadi titik fokus shela dengan sebuah namanya.
Varel dan shela menemui manager cafe tersebut.karna ternyata kakak varel tidak bisa untuk bertemu mereka.shela berbincang berdua dengan manger itu mengenai pekerjaan part time yg akan di jalaninya nanti dan juga mengenai gaji serta hal hal peraturan lainya.setelah perbincangan selesai varel dan shela undur diri dari cafe itu dan pulang.sebelum nya varel tl menuju pulang kerumah.
"dari mana aja rel,tumben-tumbenan naik mobil perginya.?"tanya rendy yg kebetulan kala itu sedang mau menju ke dapur untuk mengambil minuman melihat adeknya yg baru pulang dr bepergian.
"dr nganter temen ke cafe kak hendri,buat ngomongin soal partime".jawab varel yg sudah menduduk kan tubuhnya di ruang tamu.
"oh yg minggu kemaren itu kamu minta ke kak hendri ya?"ucap rendy mengingat permohonan adek nya minggu lalu itu.
"iya,tapi ngomong-ngomong kak hendri kemana?.dia tidak ada di cafe.."?.tanya varel.
"tadi katanya dia mau nemuin clien perusahaan per iklanan mau bahas soal pemasaran sample makanan dan brousur..".jawab rendy melanjut kan niat nya yg hendak mengambil minuman tadi.
"weekend masih aja di sibuk kan dengan pekerjaannya..".ucap varel menghela nafas panjang.
"kamu tau sendiri kak hendri orangnya itu gimana,"ujar rendy yg sudah menduduk kan tubuhnya di samping varel dengan memegang segelas minuman yg sempet dia ambil tadi.
"kak hendri sibuk memikirkan kita,hingga lupa memikirkan diri sendiri..dan sikap nya juga bnyk berubah,jadi semakin dingin.."varel mengingat-ingat sosok kakaknya yg memang banyak berubah semenjak kepergian kedua orngnya tuanya.kakak nya itu lebih bnyk menghabiskan waktunya untuk bekerja.
mereka menjadi jarang bercengkrama bersama bahkan hampir tidak pernah untuk sekedar mengobrol tentang kegiatan sehari-hari mereka."vania belum pulang kak..?"tanya varel ke rendy."sudah,barusan.sepuluh menit sebelum kamu."jawab rendy singkat sambil meneguk minumanya.
"y udah aku kekamar dulu kak.."varel hendak melangkah kan kakinya menuju ke kamar tapi tiba-tiba rendy meng henti kan langkahnya.
"rel besok bisa tolong jemput vania pulang sekolah ngak.."?.ucap rendy ke varel."okey.."jawab varel singkat lalu kembali melajukan langkahnya ke kamar.
***
sementara itu di tempat lain
"nek aku pulang.."!.seru shela ketika sudah sampai di pintu rumah,saat varel mengantarnya pulang,shela meminta ke varel supaya menurun kan dia di depan toko serba ada di dekat rumahnya karena ada kebutuhan rumah yg mau di belinya.
"baru pulang shel..?"balas neneknya yg kala itu sedang sibuk masak buat makan malam.
"kenapa nenek harus repot-repot masak nek.."!seru shela yg melihat nenek nya terlihat susah payah dengan pekerjaanya.shela lalu dengan cepat mengambil alih pekerjaan neneknya.
"nenek takut kamu lapar nak.."ujar nenek shela.
"shela tadi udah makan sesuatu nek,nenek tidak usah mengkawatirkan shela".shela segera mengangkat masakan yg sudah masak di dalam piring lalu menyajikanya di meja makan.
"apa hari ini nenek sudah minum obat ?"tanya shela ke neneknya yg terlihat masih kelelahan karena berkutat di dapur.
"sudah,mana bisa nenek lupa kalau ada cucu nenek yg selalu cerewet mengingat kan nenek..".jawab nenek shela tersenyum ke shela,shela membalas dengan senyuman juga ke neneknya.
"mulai besok shela ada kerja partime nek,setelah selesai kuliah,jadi nenek mulai besok tidak usak masak buat shela"dan juga mulai besok pagi shela bakal masakin lauk buat nenek sekalian sama makan malam,"nanti nenek tinggal manasin aja ".kata shela tanpa memberikan jeda ke neneknya buat memnjawab.
"jangn di bantah pokoknya "lanjut shela,nenek shela hanya menjawab dengan anggukan lalu tersenyum.
"kalau cucu nenek sudah bertitah mana berani nenek membantahnya ". balas nenek shela sambil masih tersenyum,ada rasa iba di balik senyum neneknya itu,di saat anak anak lain seumuran shela sedang bersenang-senang dengan masa remajanya,tetapi berbeda dengan shela.dia terlalu sibuk mengurus neneknya.sibuk dengan pekerjanya sibuk dengan kuliah nya.hingga neneknya itu tidak pernah mendapati cucunya bersenang-senang sekalipun.demi kesembuhan penyakit jantung neneknya dia bekerja partime guna mengumpul kan uang buat berobat neneknya.
"nek ayo makan."ucap shela membuyarkan lamunan neneknya."nenek sedang memikir kan apa.."?lanjut shela sambil mengelus rambut neneknya.
"tidak nak nenek tidak memikirkan apa-apa".ayo kita makan nanti keburu dingin makananya."nenek vania beranjak dr tempatnya dan menuju meja makan.
malam itu mereka makan dengan tenang,sambil sesekali mengobrol kan kejadian apa yg terjadi hari ini,walau shela sering menutup-nutupi masalah yg menimpanya ke pada neneknya.hal itu agar tak membuat nenek nya kawatir.
***
seminggu lebih setelah nya.
vania dan selly saat ini sedang menikmati makan siangnya di kantin sekolah sambil ber bincang-bincang
"sel ntar pulang sekolah gue main ke rumah lo sebentar ya...gantiin yg waktu itu "ujar vania memulai percakapan."okey,tapi jngn lupa kasih tau ke kakak lo yg super posesif itu"ntar malah kek kemaren di cariin"jawab selly mengingat kan.
"tidak masalah.."lalu setelah nya vania mengirim pesan singkat ke kakaknya rendy,bahwa dia akan telat untuk pulang kerumah.
setelah jam pulang sekolah vania bersiap hendak pulang bersama-sama selly ke rumah sahabatnya tersebut.tapi langkah mereka terhenti saat rendy kakka vania manggil-manggil vania.
vania pun menghampiri kakaknya tersebut.vania sudah menduganya pasti akan begini
"kak rendy tidak baca pesan ku kah??".tanya vania ke rendy.
"kakak ada baca..tapi kakka tetep jemput kamu"senyum merekah di wajH kakaknya rendy.
"vania mau main ke rumah selly bentar ..nanti sorean dikit bakal pulang kok."vania terlihat kesal.
"temenin kakak bentar nemuin kak hendri..,okey..?"sekalian makan siang..kakak juga belum makan".mohon rendy ke adeknya.kakak-kakak vania memang suka begitu.suka menggagal kan rencana adeknya yg mau bersenang-senang bersama temanya
"ihh.sel ngk jadi dech.besok-besok aja lagi main ke tempat mu ".vania menoleh ke arah shelly dan meminta pengertianya."okey santai aja van..mari kak ".balas shelly sambil berpamitan ke kakaknya vania lalu berlalu pergi dr situ.
"menyebal kan sekali kakak ini..makanya nyari kekasih biar kemana-mana ada yg nemenin".vania mencebik kesal ke kakaknya.lalu kemudian masuk ke mobil dan henti-henti nya mengerutuh ke kakaknya tersebut.rendy hanya tersenyum melihat adek nya kesal."siapa bilang kakak ngak punya kekasih,kakak hanya mau di temenin adek kakak yg cantik dan ngegemesin ini ".balas rendy sambil mengacak-acak rambut adeknya tersebut dan vania segera menepisnya."selalu saja kalian ini ada alasan untuk menggagalkan rencana vania,tapi ngomong-ngomong benaran kakak punya kekakasih.?"vania masih penasaran dengan pernyataan kakaknya barusan."ada dech..hahaha".jawab rendy ke adek nya dengan tertawa lepas.hal itu membuat vania menghela nafas kesal.
kemudian dia segera melajukan mobil nya menuju "the coral cafe"yg saat ini di kelolah oleh kakaknya hendri.sesampainya di cafe tersebut vania keluar mobil melangkah kan kakinya ke cafe.saat dia menegak kan pandanganya dia melihat hal tak terduga."apa aku salah lihat.."guman dia sambil mengucek-ucek matanya.