Tak lama kemudian, Sita pun turun ke bawah. Dia bergegas menyusul teman-temannya. Saat sampai di lobi, dia kaget melihat Dafa. "Hai. Surprise." Kata Dafa. "Kok kamu ada di sini? Bukannya kamu sedang di kantor papa kamu?" "Iya. Aku memang lagi di kantor papa. Izin sebentar buat makan siang." "Oh gitu. Mau makan di mana?" "Kafe biasa yuk, dah lama juga ga ke sana." "Oke. Yuk." Sementara itu, Zidan dan Gege sudah sampai di kafe. Setelah memesan makanan, mereka pun terlihat obrolan. "Ge, kamu masih ingat Wina?" Tanya Zidan langsung ke inti permasalahannya. Dia harus tahu sisi lain perempuan itu dari sudut pandang sahabatnya. "Kenal dong. Kan kita temen saat sekolah dasar dulu dan saat SMP juga SMA. Siapa yang ga kenal ama Wina Dewinta, primadona sekolah." Jawab Gege. "Begitu." "Kam

