"Aku mau kamu dapetin perempuan yang lebih baik segalanya dari aku Zi. Kurasa hal itu ga ada sama sekali di diri Wina. Kamu kan udah tahu dia seperti apa." Sita menjawab pertanyaan Zidan dengan muka datar. "Kamu mengkhawatirkanku Ta?" Tanya Zidan, memastikan. "Aku cuma ga mau kamu kecewa. Sudah cukup aku saja yang membuatmu kecewa. Jangan ada lagi." Jawab Sita dengan raut muka sendiri, mengingat kesalahannya dulu sampai Zidan membencinya. Zidan hanya bisa menatap Sita. Dia belum bisa menebak apa maunya perempuan berhijab di sebelahnya ini. Di sisi lain, dia tersenyum kecil saat tahu Sita masih mengkhawatirkannya. Itu cukup membuatnya bahagia. Apakah rasa itu masih ada, Zidan bertanya-tanya, memastikan hatinya. Biarlah waktu yang menjawab. "Turunin aku di depan saja Zi. Jangan di lob

