64 Motor Randy terparkir tepat di halaman depan rumahnya. dengan raut wajah lesu, dan seragam yang masih lengkap di badan, begitu juga dengan tasnya yang masih tetap berada di punggungnya. dia berjalan melangkahkan kakinya menuju kolam air mancur kecil yang berada di sana, ia duduk di sebuah kursi yang terbuat dari bambu dan menatap gemericik air kolam tersebut dengan sebuah tatapan kosong. Dia melamun. Fikirannya berkecamuk menjadi satu tentang nasib hubungannya dengan shilla, tentang sikap ayahnya, dan tentang perjodohannya dengan lisa. Randy merasa, jika tuhan tengah mempermainkan hidupnya saat ini. Dia sama sekali tidak bahagia. Walaupun dia bisa di bilang memiliki segalanya, tapi jika dia selalu di kekang ayahnya seperti ini, randy lebih memilih hidup sederhana saja, asal bisa sela

