6

1891 Words
6   Akhirnya shilla dengan malas mengeluarkan ponsel miliknya dari saku rok yang di kenakannya, dan memberikannya ke randy. Randy yang menerima hp shilla, langsung membuka layar ponsel yang ternyata tidak memakai password itu, untuk menyimpan nomor hp randy. Dan dia mendial nomornya sendiri menggunakan hp shilla. Lalu handphone shilla di kembalikan randy begitu saja. Membuat hati shilla bertanya-tanya. "Apa yang dilakuin randy sama handphone gue?! Aneh." "Ngapain lo bengong?? Buruan ikut gue." kata randy mengajak shilla. Shilla pun mengikutinya, kini mereka sedang berada di taman belakang sekolah. Randy menyodorkan sebuah buku soal ke shilla, dan shilla menerimanya dengan tatapan heran. "Buat apa lo kasih ini ke gue?" tanya shilla yang masih belum mengerti. "Ck, katanya anak ipa, tapi kok b**o amat." ucap randy sinis. "Maksud lo apa?? Lo mau nyari gara-gara ke gue??" tanya shila sedikit emosi. "Wahh... Gue nggak nyangka, ternyata lo yang sekarang bisa makin seberani ini sama gue." ucap randy dengan tersenyum miring. "Gue nggak takut sama lo, kecuali kalau lo setan. Baru deh gue takut."  -shilla "Mana ada setan seganteng gue shil. Kalaupun ada, lo pasti naksir sama gue." kata randy penuh percaya diri. "Ck, lo belum jadi setan aja gue nggak cinta sama lo, apalagi kalau udah jadi setan!!" jawab shilla dengan ketus. "Itu sih lo nya aja yang nggak normal." sahut randy dengan posisi duduk di samping shilla. "Maksud lo apa ngatain gue nggak normal?!"  tanya shilla menoleh ke arah randy dengan sedikit kesal. "Ya.... Secara gitu semua cewek-cewek di sekolah ini semuanya pada ngejar-ngejar gue. Apa coba itu namanya kalau nggak normal?!"  ucap randy dengan bangganya. "Itu sih merekanya aja yang matanya pada katarak semua." ucap shilla sambil memutar bola matanya malas. Lalu shilla segera berdiri hendak meninggalkan randy di tmpat itu, tapi randy menahannya dengan mengatakan "lo mau ke mana? Gue belum selesai ngomong bego." tanya randy yang kini sudah berdiri dari tempat duduknya. "Apa'an lagi sih ran?..... Dan lo juga ngapain ngasih buku lo ke gue?" tanya shilla yang sudah sangat kesal. "Kerjain PR gue!" perintah randy ke cewek itu. " idihh..... Males banget!!" tolak shilla sambil mengangkat sudut bibirnya. "Heh, lo lupa gue majikan lo sekarang??!" ucap randy mengingatkan. "Gue nggak mau ran, kalau lo nyuruh gue buat ngerjain PR lo. Tapi kalau bantuin lo buat PR lo, gue bisa." ucap shilla menjelaskan. "Nanti sore sepulang sekolah, gue bantuin lo buat bikin PR, itu pun juga kalau lo mau." ucap shilla dengan nada malas. "Oke." jawab randy dengan menganggukkan kepalanya. "Ya udah, alamat rumah lo mana? Ntar, gue pulang ke kosan dulu. Baru abis itu ke rumah lo." ucap shilla menjelaskan. "Rumah gue?! Tapi kalau di rumah gue, pasti bokap bakal tau tentang shilla. Dan lagi, dia pasti mikir yang aneh-aneh tentang hubungan gue dengan shilla. Bisa berabe urusannya. Nggak, ini nggak boleh terjadi." fikir randy dalam hati. "Jangan di rumah gue!" tolak randy. "Terus??." "Di tempat lo aja." usul randy. "Terserah lo aja deh, repot amat jadi orang." ucap shilla tidak ingin berdebat. Shilla berlalu meninggalkan randy, dan tidak lama randy juga meninggalkan tempat tersebut, karena bel tanda berakhirnya istirahat telah berbunyi. ******* Ketika di parkiran saat pulang sekolah.... Randy sedang duduk di atas motornya,dan di hampiri oleh lisa yang memintanya untuk mengantarkannya pulang, tapi langsung di tolak oleh randy. "Randy, kamu kok gitu sih sama aku?! Emang kamu nggak kasian apa, ngeliat aku lama nunggu taksi di sini." protes lisa yang kini sudah memeluk tubuh randy dari samping. Dan ternyata di sisi tempat lain, tidak di sangka sudah ada seseorang yang dengan tidak disengaja melihat mereka berdua dengan tatapan yang sinis. "Dasar playboy nggak tau malu, ceweknya pasti berceceran di mana-mana, udah kayak pakan ayamnya pemilik kos gue." ucap shilla dalam hati. "Wooiii..... Ini masih di sekolah woi.. Kalau mau mesra-mesraan jangan di tempat parkiran juga kaliiii..." tegur raka yang tiba-tiba datang bersama delon dan boby. "Tau nih, bokap lo uda bangkrut ya, sampai tempat parkir lo jadi'in buat pacaran." ucap delon dengan nada bercanda. "s****n lo, pakai acara bawa-bawa bokap gue segala. Lagian siapa juga yang pacaran."  -randy "Kalian ini gimana sih, teman lagi kesusahan bukannya di bela, malah makin di susahin." sahut boby membela. "Lo juga lis, udah putus juga, masih aja lo nempel-nempel kayak upil." sambung boby sinis. "Hahaha..... Anjiiirr....... Upil, s***s banget bro." kata raka yang sudah tertawa cekikikan dengan delon. "Boby, mulut lo jahat banget sih. Lagian mana ada upil secantik gue." protes lisa dengan melipat kedua tangan di dadanya. "Ada. Lah ini yang di depan gue." jawab boby dengan memajukan sedikit dagunya ke lisa. "Ah udah deh, males gue sama kalian semua!!" Lisa yang sudah terlanjur kesal itu akhirnya memutuskan untuk pergi meninggalkan ke empat lelaki itu. "Akhirnya itu upil pergi juga. Thanks ya bro."  -randy "No problem." jawab boby. "Ya udah, ayok cabut." ajak raka ingin meninggalkan tempat itu, yang di angguki oleh delon dan boby. Tapi, randy beralasan menyuruh teman-temannya itu untuk pulang duluan. Karena sebenarnya randy sedari tadi sedang menunggu shilla. Tentu saja dia tidak akan mengatakan alasan sebenarnya ke teman-temannya. Karena pasti mulut temannya itu tidak akan berhenti untuk menggoda randy habis-habisan. Mata randy tertuju ke arah cewek yang tengah berjalan melewatinya. Dan randy sangat mengenali wanita itu yang tidak lain adalah shilla. Randy pun menegurnya, dan mengajaknya untuk pulang bareng dengannya. Tapi, shilla menolaknya dengan alasan dia tidak mau di tuduh sebagai perusak hubungan orang. "Emang hubungan siapa yang bakal rusak, kalau lo gue ajak pulang bareng?" tanya randy menyelidik. "Ya hubungan lo sama si lisa lah." ucap shilla cuek. Randy pun tertawa, karena menduga kalau shilla melihat semua kelakuan lisa ke dirinya sedari tadi. "Lo ngira kalau gue pacaran sama lisa?" tanya randy yang kini sudah mendekatkan wajahnya ke shilla. "A....ap...pa ini?, wa....wajahnya terlalu dekat. Ini, nggak bisa di biarin. Ini bahaya... s**l!" batin shilla mengingatkan, yang kini sudah berubah waspada. Akhirnya, shilla pun berusaha mundur beberapa langkah ke belakang dengan berkata "ya emang iya kan?!" ketus shilla sambil memalingkan mukanya. "Gue ngg.........." ucapan randy terpotong oleh shilla yang berkata bahwa dia tidak  peduli, dengan shilla yang sudah berjalan ingin meninggalkan randy. Tapi tanpa fikir panjang, randy dengan kerasnya menarik tangan shilla, memaksanya menaiki motornya, dan shilla terpaksa menyetujuinya dengan perasaan kesal. "Dasar cowok tukang paksa!" gumam shilla mencibir randy yang ternyata di dengar oleh cowok yang kini sedang memunggunginya itu. Dan di jawab randy dengan cara mempercepat laju motornya. Reflek, shilla pun tanpa sadar sudah mencengkram pinggang randy dengan kuat, karena shilla yang sudah merasa ketakutan setengah mati. "RANDY, PELANIN MOTORNYA, GUE TAKUT!" bentak shilla dengan nada keras, karena sudah merasa ketakutan. Dan randy pun memelankan laju motornya setelah mendengarkan bentakan gadis itu. "Lo gila ya, gue bisa mati ketakutan duluan sebelum nyampek kosan tau nggak." ucap shilla setelah merasa bahwa motornya berjalan melambat. "Heheh Sorry-sorry, gue lupa kalau di belakang gue lagi ada cewek yang bawelnya setengah mati." ucap randy sengaja dengan wajah tanpa dosa. "Gue tau lo sengaja kan...?! Lo pasti mau cari kesempatan supaya gue meluk-meluk lo kan?! Berengsek lo. Dasar playboy cap panci." ucap shilla merasa kesal dengan kelakuan randy. "Alahhh bilang aja lo suka kan, karena bisa meluk-meluk gue?!" "Dasar cow----"  -shilla "Udah sampek tuh..."   -randy Ucapan shilla terpotong oleh randy yang memberitahu kalau mereka sudah sampai di kosan shilla. Akhirnya mereka berdua pun turun dan masuk ke dalam. Randy sedikit terkejut, tidak menyangka ternyata kosan shilla kecil sekali. Hanya ada kamar dan tempat untuk mandi saja. Berbanding terbalik sekali dengan kehidupan randy yang semuanya serba berkecukupan. "Sorry ya ran... Kosan gue emang kecil. Kalau lo keberatan, pindah ke tempat lain juga nggak apa-apa." ucap shilla yang kini sudah duduk di lantai dan akan mulai mengajari randy membuat pr nya. "Hah?! Nggak kok shil, gue nggak keberatan sama sekali." jawab randy dengan kikuk. Merekapun akhirnya mulai mengerjakan pr milik randy bersama-sama. Tidak lama kemudian aktivitas mereka terganggu oleh suara handphone shilla yang berbunyi. "Hallo, assalamu'alaikum." "...………………" "Iya bisa kok." "…………………" "Ada kok aku" "………………" "Iya beneran..." "………………" "Aku malah lebih kangen lagi." ucap shilla dengan sedikit memajukan bibirnya. "Iya, wa'alaikumsalam." ucap shilla mengakhiri. "Nih cewek telfonan sama siapa sih, kok jadi kalem gitu. Apa jangan-jangan...... Cowoknya ya?!. Tapi kan selama ini gue nggak pernah liat dia jalan bareng cowok." fikir randy dalam hati. Shilla yang  melihat randy terdiam itu pun, mencoba menyadarkannya dengan melambaikan tangannya di depan wajah randy. "Lo kenapa ran?." "Hah?! Nggak, gue nggak papa. Dapat telfon dari siapa?" tanya randy yang sudah sangat penasaran. Tapi, shilla tidak menghiraukan pertanyaan randy dan tetap fokus dengan soal-soal di buku randy. "Ran, soal nomor lima it---" ucap shilla terpotong oleh randy yang berbicara dengan pertanyaan yang sama. "Kepo lo?!"  -shilla "Tinggal jawab aja susah amat."   -randy "Bukan urusan lo. Mending lo cepet kerjain tugas lo yang belum selesai, lo kan udah gue ajarin caranya." ucap shilla tidak sabar, karena melihat randy yang tidak begitu serius mengerjakan tugas-tugasnya. "Iya.....iya, buru-buru banget sih lo."  -randy "Ya jelas lah gue buru-buru. Lo lupa, kalau entar malam gue kerja." ucap shilla mengingatkan. "s**l, gue lupa, shilla kan setiap malam kerja di cafe." batin randy. Beberapa jam kemudian........ Shilla merasa lega, karena tugasnya membantu randy sudah selesai. Dia melihat ke arah jam yang menunjukkan pukul 06.35. "s**l, mati gue!" Akhirnya shilla buru-buru ke kamar mandi dan meninggalkan randy yang menatapnya heran, dengan posisi yang masih duduk di lantai. Tapi sialnya Setelah selasai mandi, shilla lupa kalau baju kerjanya masih di luar, karena dia lupa membawa baju ganti pada saat masuk ke kamar mandi tadi. "Duuhh.… gimana nih, di kamar gue kan masih ada randy." Shilla mencoba membuka sedikit pintu kamar mandinya, berusaha mengintip situasi yang ada di kamarnya. Dan berharap randy sudah tidak ada di sana. Merasa situasi kamarnya sudah aman, shilla pun akhirnya memberanikan diri untuk keluar, dan hendak memakai baju kerjanya. Pada saat shilla sudah membuka lilitan handuk di tubuhnya,tiba-tiba terdengar bunyi pintu terbuka dan menampilkan sosok randy yang berdiri mematung dengan wajah yang sangat kaget karena melihat tubuh shilla yang dalam kondisi seperti itu. Sama hal nya dengan randy, shilla pun tak kalah kaget di buatnya. Karena shilla fikir, randy sudah pulang pada saat dia mandi tadi. "RANDY, LO GILA?? CEPAT KELUAR DARI KAMAR GUE." usir shilla dengan berteriak ke arahnya. Randy yang sedari tadi memang pergi keluar hanya untuk membelikan shilla makanan, karena randy tahu, kalau gadis itu belum makan sama sekali. Mendengar teriakan shilla, randy pun tersadar dari kekagetannya. Dan lantas berbalik untuk keluar dari ruangan itu. DEG........DEG........              DEG....... DEG....... jantung randy berdetak kencang, tubuhnya terasa memanas karena baru saja melihat pemandangan yang sangat tidak di sangkanya sama sekali. "Ke-kenapa dengan jantung gue?!" ucap randy memegangi dadanya dan dalam kondisi pipi yang kini sudah merah padam karena malu. Begitu juga dengan shilla, "s**l, itu cowok ngapain balik lagi sih?!" Shilla yang kini sudah berpakaian rapi itu pun, kini berada di luar kosannya menunggu kendaran lewat. Shilla terperanjat kaget oleh ulah randy yang berdehem, sambil menyodorkan sebuah bungkusan keresek  kecil. "Randy, lo mau bikin gue sakit jantung apa?! Ngagetin gue mulu kerjaannya." ucap shilla dengan tangan yang memegangi dadanya. "Apa ini ran?" tanya shilla yang sudah memegangi bungkusan keresek tersebut. "Emmm..... Itu tadi gue sengaja keluar beliin lo makanan,pas lo lagi mandi." ucap randy pelan dengan menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. Shilla terdiam mendengar perkataan randy. "Emmm..... Shill, gu-gue minta maaf ya atas kejadian tadi. Gue beneran nggak sengaja shill. Gue tadi keluar cuman buat beliin lo makanan doang. Dan gue nggak tahu kalau kejadiannya bakal kayak tadi." ucap randy jujur dengan nada bergetar. "Hemm... I-iya." ucap shilla gugup dan malu, akibat kejadian yang tak terduga tadi. "Lo nggak makan dulu?! Soalnya gue lihat dari tadi lo belum makan sama sekali kan?! Ucap randy basa basi berusaha menetralisir keadaan yang sudah mulai canggung. "Oh...... Emmm.... I...iya sih, tapi masalahnya gue udah mau telat ran..." ucap shilla yang masih dalam keadaan sedikit canggung. "Ya udah, kalau gitu lo bareng gue aja." ajak randy ke shilla. "Nih cowok kenapa sih, tiba-tiba kok jadi mendadak baik sama gue, padahal kan dia selalu jahatin gue. Aneh banget" batin shilla heran. "Ngg-" ucap shilla terpotong oleh bunyi suara dari handpone nya. ******* Bersambung..  
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD