13

1240 Words
13   Tanpa fikir panjang, randy pun menjawabnya dengan "tentu saja ada hubungannya sama gue. Karena shilla sekarang udah jadi pacar gue!!" ucap randy menjelaskan. Lisa pun menganga tak percaya akibat perkataan randy yang sangat menusuk hatinya tersebut. Karena sudah tidak kuat menahan air matanya, lisa pun berlari pergi meninggalkan tempat itu. Setelah kepergian lisa dari sana, randy menatap ke tiga temannya dengan tatapan heran. Karena mereka bertiga sudah menatap randy dengan tatapan yang ingin mendapat penjelasan dari apa yang di katakan oleh randy barusan. "Ka—kalian kenapa ngeliatin gue ka—kayak gitu??" tanya randy sedikit kikuk. "Seharusnya kita yang nanya sama lo, apa maksud dari perkataan lo tadi ke lisa rand??" tanya delon yang sudah sangat penasaran, begitupun raka dan boby. Randy nyengir, sambil garuk-garuk kepala. Dengan memasang wajah polos tanpa dosanya, randy pun akhirnya membenarkan apa yang di bicarakannya tadi. Dan menjelaskan semua ke teman-temannya itu. "APA??!" ucap mereka berteriak kaget bersamaan. Saking kencangnya teriakan mereka, sampai-sampai kini mereka menjadi pusat perhatian oleh semua mata penghuni kantin. Karena tempat duduk meja makan mereka berada di tengah-tengah. "Anjiiiirr....!! Bisa diem nggak sih. Itu mulut, apa petasan?!" kata randy mengingatkan. "Lo gila??"  -delon "Lo becanda kan rand??"  -raka "Alaahhh..... Walaupun lo bilang ke kita cuman pura-pura pacaran sama dia selama satu bulan, tapi gue yakin kalau lo sekarang udah jatuh cinta beneran sama dia. Dan semua itu hanya lo jadiin alasan doang pasti." ujar boby dengan keyakinannya. "Ck, menurut gue juga begitu. Karena seorang randy yang gue kenal selama ini nggak akan mau buat buang-buang waktu sama hal yang kayak begituan." sahut delon mengiyakan omongan boby dengan manggut-manggut. "Kalian ini pada ngomong apa sih?! Kenapa semua omongan kalian pada ngelantur..." elak randy. "Udah deh rand, nggak usah mengelak gitu." ujar raka sinis. "Berisik lo semua." ucap randy kesal karena sudah di pojokkan oleh para sahabatnya. Raka pun menanyakan ke randy mengenai ancamannya untuk lisa agar tidak mengganggu shilla kemarin. Raka hanya penasaran dengan kebenarannya saja. Dan hal itu di benarkan oleh randy. Diapun akhirnya menceritakan semuanya ke sahabatnya tersebut. "Wah wah... Benar-benar cewek gila. Bagaimana mungkin lisa sampai berani ngelakuin hal tersebut ke shilla. Kalau ketahuan guru kan bisa bahaya." ucap delon tidak menyangka. "Heh, lon..... Kalau menurut lo lisa gila, si rani cewek lo juga gila dong berarti." ucap randy. "Maksud lo rani juga ikutan ngunciin shilla di gudang??" tanya delon tak percaya. "Ya, begitulah. Lo kan udah pernah gue bilangin, kalau si rani terlalu sering dekat-dekat sama lisa. Kelakuannya pasti lama-lama akan menurun juga ke cewek lo." kata randy mengingatkan. "Lo juga sih lon, ngapain juga macarin cewek kayak rani." ucap boby dengan tersenyum kecut. "Ck, lo kan tau bob apa alasannya. Gue kan macarin si rani juga gar-gara dare dari kalian waktu itu. Kalau udah tiba tanggal mainnya juga, pasti langsung gue tinggal deh tu cewek, kayak yang di lakuin si randy." ucap delon yang sedikit kesal dengan pernyataan boby. Boby dan delon pun akhirnya terlibat perdebatan kecil yang membuat randy menjadi sakit kepala mendengarnya. Lelaki itupun memutuskan untuk pergi meninggalkan mereka, karena ingin mencari keberadaan shilla yang belum terlihat sedari tadi pagi. Tapi saat akan berdiri, raka menahannya "eh rand, lo mau ke mana sih??" "Gue mau nyariin si shilla, pusing gue kalau udah liat temen-temen lo yang lagi kumat gilanya kayak sekarang. Udah ngalahin sifat lo pas lagi sengklek."  ucap randy menjelaskan. Tapi yang di bicarakan malah masih tetap sibuk dengan perdebatan mereka. "Kalau gitu gue ikut lo aja rand!!" ucap raka yang sudah dalam posisi berdiri hendak mengikuti randy. Tapi, randy melarangnya dan langsung pergi begitu saja. Membuat raka mendengus kesal. *** Kini lelaki itu sudah berada di kelas wanita yang ia maksud. Dia memutar pandangannya ke segala penjuru. Tapi dia sama sekali tidak menemukan keberadaan wanita tersebut. Akhirnya randy pun menanyakannya ke salah seorang lelaki yang ia lihat pernah mengobrol dengan shilla tempo hari. Saat randy menarik shilla yang sedang berbicara dengan lelaki tersebut dan meminta handphone shilla, karena ingin mengetahui nomor gadis tersebut. "Bro, sorry nih gue ganggu lo sebentar. Lo tau nggak shilla ke mana??" tanyanya to the point. "Emangnya ada perlu apa lo nyariin dia?" tanya lelaki yang bernama david tersebut. "Adalah pokonya......!! Jadi, lo tau nggak dia dimana sekarang??" tanya randy yang sudah merasa tidak sabar karena cowok di hadapannya yang berbelit-belit. "Dia nggak masuk hari ini, gue juga nggak ngerti kenapa. Soalnya dia nggak ada nulis surat keterangan." jawab david cuek. "Lo kenapa ngk masuk sih shil?! Apa ini ada hubungannya dengan kejadian kemarin??!" batin randy. Setelah randy mendapatkan informasi tentang shilla, dia pun akhirnya pergi keluar dari kelas anak ipa tersebut, dengan berbagai macam fikiran tentang gadis tersebut. "Mending gue samperin abis pulang sekolah aja deh." fikir randy dalam hati. *** Sementara itu di tempat lain.. Gadis yang memiliki rambut panjang nan indah itu, kini sedang bersama dengan seorang lelaki yang berumur tidak jauh dari dirinya. Mereka berdua terlihat sedang mengobrol serius di dalam tempat kos shilla. Ya, lelaki tersebut tidak lain adalah alex yaitu bos wanita yang bernama shilla yang kini sedang berada di hadapannya. Alex memang sengaja datang menemui shilla siang ini. Karena dia ingin mengetahui alasan shilla yang tidak masuk kerja kemarin malam. Sebenarnya dia ingin menemui shilla pagi tadi, tapi niat itu dia urungkan, karena lelaki itu tengah ada urusan di cafe nya. "Aku fikir, kamu lagi sakit shill. Mangkanya aku kuwatir banget sama keadaan kamu. Dan aku langsung mutusin untuk nemuin kamu ke sini sekarang." ucap alex memberi tahu. "Syukur deh kalau ternyata kamu nggak kenapa napa." lanjutnya. "Ma—maafin aku ya lex, aku jadi nggak enak sama kamu. Jangan pecat aku ya lex, potong aja gaji aku. Asal jangan mecat aku dari cafe." kata shilla yang sudah terlihat pucat pasi akibat takut kehilangan pekerjaannya. "Kamu ngomong apa sih shill, mana mungkin aku mecat kamu cuman karena hal sepele kayak gini?!" kata alex dengan memegang pipi gadis tersebut dengan tangan kananya. Shilla pun sedikit kaget, dengan ulah bosnya tersebut. Lantas shilla menggerakkan kepalanya sedikit, agar menjauh dari tangan alex. Alex pun jadi merasa tidak enak di buatnya, dan langsung meminta maaf dengan gadis tersebut. Terjadi kecanggungan antara mereka berdua saat ini. Sampai akhirnya, alex pun mencoba mencairkan suasana dengan menanyakan alasan shilla sebenarnya yang membuat gadis tersebut tidak masuk kerja. Shilla pun bingung harus menceritakannya atau tidak. Tapi alex pun tetap kekeh, menanyakan keingin tauannya. Dan membuat shilla tidak ada pilihan lain lagi. Shilla mulai menceritakan semuanya, dari mulai dia di kunci di gudang, sampai shilla yang harus berhutang budi ke lelaki yang bernama randy itu untuk menjadikan dia sebagai pacar pura-puranya. Alex yang sedari tadi mendengar penjelasannya dengan panjang lebar sambil meminum kopi buatan shilla tersebut, tiba-tiba tersedak setelah mendengar perkataan shilla barusan. "Eh, lex.... Kamu nggak apa-apa?? " tanya shilla yang merasa kawatir. "Minumnya pelan-pelan dong lex!!" kata shilla sambil mengusap punggung lelaki tersebut. Alex yang tidak menghiraukan ucapan shilla itupun lantas bertanya kepada gadis itu dengan penasaran "terus, kamu nerima gitu aja shil??" Shilla yang di tanya seperti itu lantas menggaruk tengkuknya yang tidak gatal sama sekali dan menganggukkan kepalanya. "Mau gimana lagi lex, aku kan juga nggak mau kalau punya hutang budi sama lelaki tengil itu" "Tapi, permintaan lelaki itu konyol banget shill... Kenapa kamu menyetujuinya segampang itu sih shill??!" ucap alex, dengan nada sedikit kesal. "Tapi kan ini cuman selama satu bulan doang lex. Abis itu kita udah nggak ada hubungan apa-apa lagi." kata shilla menjelaskan. Alex tertawa miris dan berkata " belum tentu." "Hah??" ucap shilla yang tidak memahami perkataan alex barusan. "Bisa jadi selama satu bulan itu lo bisa jatuh cinta beneran sama cowok itu shill. Atau mungkin kurang dari satu bulan." jawab alex dengan lesu. Shilla tertawa mendengar perkataan yang di ucapkan alex barusan. "Itu nggak mungkin lex." "Takdir nggak ada yang tau shill." sahutnya. Shilla terdiam sejenak. "Nggak, takdir nggak akan bisa ngebuat gue jatuh cinta dengannya. Begitupun sebaliknya." ucap shilla meyakinkan dalam hati. BERSAMBUNG    
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD