21

1384 Words

21   Tapi.... Sebelum langkahku benar-benar mencapai pintu, randy bergumam pelan, dan masih dapat terdengar olehku. "Gue cemburu shill......" kata randy dengan menundukkan kepalanya. "A-apa??" tanyaku dengan segala kekagetanku. Randy diam, tak meresponku yang tengah kaget. "Cemburu...??? Maksudnya???" tanyaku menyelidik. Randy tetap diam membisu...... "Randy...!!" panggilku dengan mengguncang pelan lengannya, karena dia tidak meresponku sama sekali. "Ck, apa sih.....?!" sahutnya tiba-tiba. "Lo bilang cemburu kan tadi?? Lo cemburu kalau gue deket sama alex?? Iya??" tanyaku memastikan pendengaranku. "Sial.....!!" umpat randy dalam hati. "Hah?? Lo gila??........" -randy. "Maksudnya...??" tanyaku tak mengerti. "Ya, lo gila kalau nuduh gue cemburu liat lo deket sama bos lo itu." k

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD