Hari itu, Kimberlie bersama seluruh anggota keluarganya pergi menuju ke rumah duka. Ia memeluk Destry, Yohana dan Lydia, ketiga anak kandung Profesor Alvred. “Maafkan aku, selama ini aku jarang menjenguk kalian.” Kimberlie menangis tersedu-sedu saat melihat dari jauh tubuh Profesor Alvred telah terbujur kaku. “It’s okay, Kim. It’s okay, ayo duduklah. Besok setelah acara penguburan jangan dulu pulang yah, ada yang mau aku sampaikan. Selama ini kami juga sudah tau semua penderitaan yang kamu alami, Kimberlie. Suster Theresa selalu datang ke sini,” terang Lydia dengan lembut. “Besok aku harus langsung pulang, Lydia.” Kimberlie tidak boleh terlalu lama-lama di tempat umum. Kimberlie masih merasa belum aman di luaran sana. “Baiklah, kalau begitu kamu harus ikut aku ke kamarku. Ada sebuah ko

