“Nicholas, mau sampai kapan kamu akan berlarut-larut dalam keterpurukan seperti ini terus? Usiamu sudah hampir tiga puluh tahun, Nak. Papa sudah divonis terkena penyakit kanker. Mau sampai kapan kamu bertahan dengan kesendirianmu. Apakah, kamu mau jika perusahaan ini Papa berikan saja semuanya kepada Galaxy ,hah?!” ancam Owen.
Betapa pusingnya Nicholas saat ini, setiap acara makan keluarga bersama. Mereka selalu saja akan menuntut agar Nicholas segera menikah. Jika tidak maka tongkat estafet kepemimpinan perusahaan belum bisa dipegang oleh generasi penerus.
Hal ini bukannya tanpa alasan, bagi keluarga Nicholas menikah bukan hanya karena cinta tapi ada perhitungan bisnis di dalamnya. Apalagi setelah menikah akan ada pembagian saham dalam perusahaan yang diberikan untuk istri penerus perusahaan tersebut. Tentu saja wanita yang akan menjadi istri dari penerus perusahaan tidak boleh wanita sembarangan. Oleh sebab itu tidak mudah bagi keluarga Cale untuk mendapatkan pasangan yang tepat.
“Memangnya Galaxy sudah punya Calon Istri, sampai Papa mau menyerahkan perusahaan ini kepada dia?” Nicholas terkekeh sambil meminum air putihnya.
“Aku sudah ada bakal Calon yang akan menjadi calon istri ku Nicho. Jadi kamu berhati-hatilah. Wanita ini bukan wanita sembarangan. Dia terbukti sebagai wanita yang tidak silau dengan harta benda, dia sungguh lemah lembut dan sederhana,” ejek Galaxy membuat Nicho mendengus sambil meliriknya.
“Mana ada wanita seperti itu, Kamu hanya mimpi!” sergah Nicholas.
“Tentu saja ada, buktinya mamamu?” sahut Owen.
“Pa ... Mama tidak silau harta karena dia memang sudah kaya dari lahir Pa!” omel Nicho.
“Sudah, sudah! Habiskan dessert kalian. Kalau kamu memang tidak bisa menemukan wanita itu, maka serahkan saja sama Mama! Mama yang carikan Istri buat kamu, Nicho. Suka atau tidak suka pokoknya kamu harus menikah dengannya. Paham?!” bentak Iva tidak mau dibantah.
“Gila, apa aku harus menikah sama istri yang tidak aku kenal? Emangnya aku ini Bingo yang ketemu Matcha langsung kawin gitu, Ma?” tolak Nicho tidak terima dengan keputusan mamanya.
“Yah! Kamu patut disamakan dengan Bingo dan Matcha karena kamu tidak berguna dalam mencari jodoh,”omel Iva membuat Galaxy terbahak mendengarnya.
“Hahaha! Kamu di samakan dengan anjing sama mamamu sendiri, Nicho,” ejek Galaxy.
“Shut up!” desis Nicho sudah kehilangan mood makannya dan segera beranjak dari meja makan.
“Mau kemana kamu?” tanya Owen.
“Ke kantor,” jawab Nicho.
“Malam-malam begini? Apa, kamu gila?” omel Owen.
“Iyah Papa, aku sudah mulai gila sekarang,” sahut Nicho jengah.
“Bagus kalau kamu mulai gila, besok kamu akan mami pertemukan dengan calon istrimu. Jadi suka tidak suka, kamu akan menikah tahun ini, bila perlu bulan ini. Paham?!” paksa Iva.
“Terserah!” teriak Nicho langsung membanting pintu depan dan segera menuju ke garasi untuk melepaskan penat dengan menuju ke kantor, ke tempat Nicho bisa duduk sendiri dan tidak diganggu oleh siapa pun.
Keberangkatan Nicholas membuat ketiga orang di dalam ruangan tersebut menghela nafas dengan berat, mereka berbincang satu sama lain agar pengangkatan resmi Nicholas sebagai CEO Cale Corporation pada akhir tahun harus dilaksanakan setelah pernikahan Nicho dengan wanita yang akan dipilih oleh Iva berlangsung sesuai dengan jadwal.
Owen sudah menyerahkan semua urusan tersebut kepada sang istri dan percaya bahwa pilihan istrinya adalah yang terbaik dan pastinya tidak akan bisa diganggu gugat oleh siapa pun di rumah ini. Termasuk Nicholas sekali pun.
“Apakah kau yakin anak gadis itu akan mau, Va?” tanya Owen takut jika justru anak gadis yang akan di jodohkan itu yang tidak berkenan menjadi istri dari anak semata wayangnya.
“Tenang pa, dia pasti Mama sudah sering berbicara dengannya. Kalian bahkan mengenalnya dan sangat familiar walau tidak akrab,” ucap Iva senyam senyum membayangkan anak gadis pilihannya akan memakai gaun pengantin yang dulu pernah dipakainya saat menikah dengan Owen.
“Siapa dia, Aunty? Aku, jadi penasaran,” ucap Galaxy sang casanova di keluarga itu.
“Ada! Pokoknya ada. Kamu juga mengenalnya, kalau aku kasih tau kamu pasti akan menggodanya, anak nakal! Aunty harus menjaga hati calon menantu Aunty, agar tidak tergoda oleh laki-laki playboy cap sandal jepit karet seperti kamu,” dengus Iva membuat semuanya terkekeh.
“Jadi besok Mama akan menjemput dia kesini? Untuk bertemu dengan anak kita?” tanya Owen sekali kali memastikan.
“Tentu saja, besok Mama akan mengajaknya kesini. Tapi sebelumnya Mama akan mengajak dia ke salon dan berbelanja beberapa barang dulu. Anak gadis ini sangat sederhana Pa, pokoknya dia nggak neko-neko lah. Mama suka, dan dia juga sangat berprestasi di kampusnya. Akhir tahun lalu wisuda, kabarnya dia lulus dengan nilai terbaik,” terang Iva begitu berbinar.
“Apakah dia juga cantik, Aunty?” tanya Galaxy tak kalah berbinar karena penasaran.
“Sangat! Sangat cantik. Makanya Aunty tidak mau kamu tau, bisa bahaya kalau kamu tau. Tunggulah kalau mereka sudah menikah baru kamu akan bertemu dengan iparmu itu,” ucap Iva dengan ketus.
“Yah Tuhan Aunty, aku bersumpah tidak akan mengambilnya dari Nicho, lagi pula kalau Aunty sangat percaya diri gadis itu gadis yang baik, kenapa Aunty harus takut? Justru bagus bukan jika aku menemani Aunty untuk melihat dia tergoda atau tidaknya denganku. Kalau dia ternyata tergoda maka dia bukanlah calon istri yang baik untuk Nicho,” sahut Galaxy dengan percaya diri dan tentu saja memiliki maksud terselubung.
Iva dan Owen saling pandang dan mencerna ucapan Galaxy , benar juga apa yang dikatakan Galaxy. Bagaimana pun Iva harus memastikan jika gadis ini tidak akan berpaling dari anaknya. Apalagi menurut Suster Theresa, gadis ini memang mengidolakan Nicho sejak masih di sekolah minggu hingga remaja sampai di bangku senior high school.
Hanya saat kuliah saja mereka tidak kuliah di satu lingkungan kampus yang sama. Jika Galaxy bisa menjadi salah satu bahan ujian gadis pilihan Iva, mengapa tidak? Mumpung belum terlanjur. Iva lalu menghela nafas dan menatap tajam kepada Galaxy.
“Kamu benar! Kali ini Aunty setuju dengan ide gila mu. Besok kamu dan Aunty akan pergi ke gereja, kita akan bertemu dengan anak gadis ini di sana. Kamu berpakaian yang rapi atau entahlah Lexy, pokoknya kamu harus tampan. Okay?” perintah Iva kepada Galaxy.
“Okay Aunty! Tapi, kenapa ke gereja? Kan mau ketemu calon menantu, harus berdoa dulu gitu?” tanya Galaxy dengan heran.
“Sudah jangan banyak tanya, dia ada disana. Gadis itu ada di sana dan tinggal di sana,” terang Iva membuat Galaxy terkejut.
“Apa? Jangan-jangan?” tanya Galaxy dengan lidah yang begitu keluh.
“Jangan-jangan apa?” tanya Iva menatap tajam kepada Galaxy.
“Jangan-jangan ... dia ... apakah dia, Kimberlie Frey?” tanya Galaxy menahan debaran di dadanya.
“Kok kamu tau?!” tanya Iva tidak kalah terkejut.