Malam itu, Rein menggedor-gedor pintu kantor yayasan markasnya. Pintu terbuka dan memperlihatkan si komandan rese yang sedang mengenakan piyama tidur. "Ada apa malam-malam begini kamu datang!? Ganggu saja!" dumelnya. Seketika ia tertawa saat melihat wajah Rein yang bonyok bercampur aduk dengan bekas berbentuk bibir berwarna merah yang berada tak beraturan di pipi, jidat dan hampir mengenai bibirnya. "Muka lu kenapa, hah?" tanya Komandan. "Saya habis diserang bencong." "Buahahahahahahahahaha ...." Rein mendengus kesal. Si panglima koplak itu malah tertawa nyaring dan bahagia melihat kondisinya yang super apes ini. "Kok malah ketawa sih?" "Hahahaha ...," si Komandan masih tertawa senang. Rein menggeram. Ingin rasanya ia memasukkan granat ke dalam mulut lebar si koplak itu. "P

