Paman Matteo merintih kesakitan. “Kau boleh menyakitiku, tetapi aku tidak akan mengatakan kepadamu dengan siapa aku bekerjasama. Silakan, kau bunuh saja aku!” Matteo menyunggingkan senyum sinis kepada pamannya. “Aku tidak akan secepat itu membunuhmu, paman. Kau akan tetap berada di sini menjadi tawananku. Sampai kau mau membuka suara barulah aku akan berhenti menyiksamu dan memberikan kebebasan.” Matteo menatap pengawalnya yang ia tugaskan menjaga pamannya. “Jaga ia dan jangan sampai kabur. Kalian bebas untuk menyiksanya, agar ia mau membuka mulut. Akan tetapi, kalian harus menjaganya agar tetap hidup.” Usai mengatakan kalimat tersebut, Matteo berjalan keluar dari gedung itu. Sesampai di mobilnya anak buahnya yang berjaga di mobil mempersilakan ia masuk mobil. Ponsel Matteo bergetar m

