Prolog
Persahabatan telah terjalin sejak mereka masuk universitas Gajah Mada.
Saka, Bayu, dan Daffa, sama sama menuntut ilmu di Universitas Gajah Mada, namun dari kota berbeda, Saka dari Salatiga, Bayu dari Jakarta, dan Daffa dari solo.
Tuhan sepertinya menakdirkan mereka bersahabat, sama sama memiliki hobi plesiran, naik gunung, dan pastinya sama sama jomblo, bukan karena mereka tak laku, tapi karena mereka tidak mau berurusan dengan perempuan, terlebih perempuan posesif yang tiap saat bertanya kamu dimana, sedang apa, sama siapa,.
“Kita libur satu bulan nih enaknya pergi kemana?,” Tanya Saka.
“Gak tau, tapi gue males muncak, gue pengen eksplore Indonesia lebih luas, masa main kita paling jauh ke Bali itu aja cuma ndaki gunung Batur habis itu pulang ke Jogja, gak seru banget dehhh.” Ucapan Bayu ada benarnya, di tengah aktifitas kuliah mereka yang cukup padat kalau mereka penat paling jauh ke Dieng, Prau, kadang ke gunung Lawu, pernah ke gunung Merbabu tapi hanya sekali karena mereka salah ambil jalur pendakian.
“Ehhhh gimana kalau ke Jakarta aja ke tempat gue,” Ajak Bayu.
“Ogahh.. aku gak mau lagi, Ibumu galaknya minta ampun,.” Daffa yang terbiasa dengan orang tua yang lemah lembut harus mendengar suara omelan Ibunya Bayu tiap waktu ketika menginap di Rumah Bayu membuat trauma tersendiri bagi Daffa, beruntungnya saat itu Saka tidak ikut karena dia harus kembali ke Salatiga.
“Ehhh, gue searching di mbah google, ada Hutan Mangrove di Papua Barat, katanya hutan ini belum banyak yang eksplore, gimana kalau kita kesana, itung itung buat liburan berkesan, juga si Bayu kan konten creator, siapa tau followersnya tertarik buat liburan ke hutan mangrove di Papua Barat, belum lagi ada gunung botak walau agak jauh sih, tapi dari foto foto di mbah google kayaknya tempatnya masih bagus, apa lagi pantainya, uhhh keren..” Saka menunjukkan foto foto gunung Botak di Manokwari.
“Lo tadi ngomongin hutan mangrove, sekarang gunung botak, jadi yang mana tujuan kita??,” Tanya Bayu, yang di angguki Daffa.
“Kalau bisa dua duanya, kenapa harus pilih salah satu. Satu bulan coyyy libur dan gue malas mau pulang Salatiga, mending liburan aja ke Papua Barat,” Itu hanya alasan Saka, padahal dia malas pulang karena ada problem dengan orang tuanya.
“Ayo beres beres, terus berangkat,” Ajak Daffa, di ikuti Bayu yang berdiri dari tempat duduknya,.
“Kalian mau jalan kaki apa ke Papua, cek dulu kapan ada kapal ke Papua Barat, setidaknya ke Manokwali,” Apa yang di katakan Saka ada benarnya, saking antusiasnya Daffa dan Bayu sampai melupakan satu hal yang sangat penting itu, yakni transportasi.
“Cari tiket kapal aja, gak asik kalau naik pesawat kesana, sekalian kita nikmati perjalanan laut, buat kenang kenangan lah,,” Ajak Saka.
“Benar, gue yang urus tiket kapalnya,” Usul Bayu.
“Gass,,,” Balas Saka. Yang langsung di angguki Daffa.