Agneta mendapat pesan dari Dave, kalau dia sudah menunggunya untuk makan malam di restaurant bawah. Agneta hanya memakai celana kain hitam di padu dengan t-shirt panjangnya. Ia membiarkan rambut pirangnya terurai bebas. Sesampainya di restaurant, ia melihat beberapa wanita berbisik-bisik. Ia memperhatikan beberapa pelayan restaurant yang berkumpul sambil berbisik-bisik menatap ke satu titik. Agneta mengikuti arah tatapan mereka. Ternyata yang menjadi pusat perhatian di sini adalah bos nya sendiri, ayah kandung putranya. Pria itu tampak santai dengan kaos yang membentuk tubuh sixpacknya, dia terlihat begitu tampan dan seksi. Pantas saja semua wanita menatap ke arahnya dengan tatapan lapar. Agneta menundukkan kepalanya menatap penampilannya yang jauh dari kata ra

