21

1113 Words

     Dave sudah berdiri di depan pintu kamar Agneta, tadi ia sudah mengetuknya dan sekarang sedang menunggu sang empu membuka pintunya. Tak lama pintu bergerak dan terbuka menunjukkan sosok Agneta dengan balutan gaun yang tadi siang di belinya juga dengan balutan high heels yang ia pilihkan, dan begitu kontras dengan warna gaun dan kulit putih Agneta.             Agneta terlihat sangat cantik dan seksi di mata Dave, ingin sekali sekarang ia membatalkan undangan itu dan mendorong Agneta kembali ke dalam kamarnya dan menghabiskan malam panas berdua dengan penuh gairah yang membara.             “Sir,” seruan itu menyadarkan Dave dari lamunannya. Dave berdehem kecil untuk menormalkan detak jantungnya dan berbalik meninggalkan Agneta di belakangnya. Gairahnya langsung surut hanya karena Agne

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD