Agneta mengernyit saat Aiden sudah berdiri di depan kubikelnya bahkan menjadi perhatian teman-temannya. “Ada apa?” tanya Agneta pada Aiden yang terus saja menampilkan senyuman menawannya. “Sudah selesai? Aku ingin mengajakmu keluar,” ucap Aiden masih dengan senyuman menawannya. “Malam ini?” tanya Agneta yang di angguki Aiden. “Kenapa mendadak sekali, aku belum menitipkan Regan dan memberitahu Iren.” “Sekarang saja kamu hubungi Sayang, ini adalah malam yang penting untukku, ah tidak untuk kita,” ucapnya masih dengan senyuman menawannya. “Baiklah,” ucap Agneta mengambil handphonenya dan mengirimkan pesan Iren. “Kita berangkat?” ajak Aiden yang di angguki Agneta dan bergegas membereskan semua barang-barangn

