Agneta menangis dalam diam di dalam kamarnya, hatinya sakit. Dia merasa sakit karena hidupnya selalu penuh dengan hinaan orang-orang. Bahkan anaknya yang tak berdosapun harus menanggung hinaan itu. Tak jarang Agneta melihat Regan menangis sepulang sekolah atau saat dia menjemput karena orang-orang menghina nya sebagai anak haram yang tak memiliki Ayah. Selama 5 tahun Agneta berjuang sendiri, bahkan dia di usir dari keluarganya sendiri. Ayahnya bahkan menganggap Agneta sudah meninggal dan membuatkan makam untuknya. Dia menganggap Agneta tak pernah ada di dunia ini. Agneta berjuang sendiri dengan seorang anak yang menjadi pelita dan penyemangatnya di tengah cacian dan hinaan oranglain. Dia adalah putraku! Ucapan Dave seperti belati yang menyusuk dad

