Chapter 22

2047 Words

Bab 21 Puas mengerjai Ilham dan teman wanitanya Elena kembali berulah. Entah sadar atau tidak. Dia memeluk erat lengan Davi dan bersandar di bahunya. Ilham hanya bisa menatap kelakuannya dalam diam. Sedangkan wanita di sampingnya, terlihat menatap Elena dengan tatapan jijik. "Mbak kalau mau mesra-mesraan ya jangan di tempat umum!" Suara ketus teman wanita Ilham hanya di anggap angin lalu oleh Elena. Elena mana mau peduli. "Dia kan cuma bersandar di bahu saya Mbak, lagi pula tidak akan ada orang mengatai dia perebut suami orang." Sahut Davi pelan dan datar. Merasa terpancing dengan provokasi Elena dan Davi, yang sedari tadi hanya membicarakan pelakor dan azab-azaban, wanita itu terlihat semakin geram. "Oh jadi kamu mengatai saya pelakor? Benar begitu?" Ucapnya dengan nafas terengah m

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD