Bab 22 Devi duduk dengan sedikit tegang di apit oleh adik dan juga papinya. Di hadapannya duduk Ilham dan seorang pria paruh baya. "Apa kamu tidak memikirkan keadaan dan masa depan putrimu, Nak? Kenapa harus berakhir seperti ini?" Ujar pria paruh baya di sebelah Ilham. "Kenapa Ayah tanya Devi? Bukankah seharusnya, Ayah bertanya pada Mas Ilham, dia pasti punya jawabannya." Jawab Devi dengan suara berat. Mendengar ucapan Devi sontak Ilham terkejut, dia menatap orang di sebelahnya dengan tatapan khawatir. Devi tidak peduli dengan keterkejutan Ilham, ataupun perasaan laki-laki itu. "Coba kamu jelaskan, Ham, apa maksud ini semua?" Ilham menatap Devi nanar, seolah enggan memberikan jawaban pada pria paruh baya di sampingnya. "Yah, Devi melakukan ini semua, karena Devi sudah lelah terus-t

