#25 (1)

1244 Words

Altair paling malas jika harus melakukan sesuatu yang menurutnya membuang-buang energi.             Cowok berusia tiga puluh tahun itu sedang menebus obat ibundanya, ketika dia mendapatkan informasi bahwa ada pekerjaan dadakan yang harus segera dia selesaikan karena tenggat waktu yang diberikan hanya dua puluh empat jam.             “Kebiasaan banget suka kasih kerjaan mendadak begini. Mereka nggak tau, apa, kalau ini tuh weekend?” gerutu Altair. Dia melirik obat yang berada di kursi penumpang di sampingnya. Lalu, jari telunjuknya mengetuk kemudi mobil beberapa kali. “Rumah terlalu jauh dari sini. Kalau gue pulang, gue nggak akan keburu ke kantor. Alfar bilang, dia mau main ke kampusnya. Kampusnya dekat dari sini. Gue titipin aja ini obat kali, ya?”             Setelah mantap dengan ke

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD