Secara perlahan tubuh besar yang masih berbalut pakaian kemarin itu bergerak, jemari besarnya memijat pangkal hidungnya yang terasa amat pening disertai geraman emosi. Para badjingan itu mengerjainya dan Xavier berjanji akan membalas dua orang itu secara bersamaan dan tanpa ampun. “ Awas saja kalian!” kesalnya dengan suara keras, manic abu gelapnya membuka secara perlahan dan saat itu juga pandangannya langsung tertuju pada bongkahan kecil yang berbaring seranjang dengannya, menggeliat dengan menggemaskan disertai uapan kecil tanda tidurnya sangat nyenyak. “ Jadi ini tujuan kalian?” jemari besar itu terkepal kesal, pasti Mutiara ikut dalam rencana busuk mereka. Tapi dimana wanita itu? Mohon maaf Xavier bukan orang bodoh yang langsung begitu saja mengikuti permainan mereka. Xavier la

