“Selamat datang Nyonya Prameswari.” Xavier bangkit dari kursi kebesarannya dan berjalan menghampiri wanita paruh baya yang sedang memerah marah itu. “Plak!’ Satu tamparan keras langsung melayang di wajah Xavier. “Kenapa anda menampar saya, Nyonya?” Xavier memasang wajah bingung yang polos dengan jemari memegang pipinya seolah tamparan wanita paruh baya itu sangat menyakitkan. “Jangan pura- pura tidak berdosa, badjingan! Apa yang kau lakukan pada putri saya!” “Putri anda yang mana?!” Pria itu pura- pura berpikir, “Ah gadis mengerikan itu namanya Nandya. Dia putri anda?” “Jangan main- main dengan saya Tuan Xavier!” Prameswari mulai menjerit tertahan, “Apa yang anda lakukan pada putri saya!” “Menghukumnya.” Xavier tersenyum dengan lembut, “Bukankah anak nakal seperti putri anda pantas

