51

2117 Words

Ibu dan sang bayi pulang kembali ke kediaman besar mereka setelah lima hari berada di rumah sakit. Deretan para pelayan menyambut kedatangan mereka yang baru turun dari balik mobil. Dengan perlahan Bahar menuntun Mutiara dan membantunya duduk di kursi roda sembari memangku sang buah hati. “ Cantik sekali!” suara kecil itu saling sahut menyahut keluar dari bibir para pelayan saat Mutiara mengizinkan mereka melihat lebih dekat. “ Jaga sikap kalian! Jangan sampai jemari kotor kalian menyentuh pipi keponakanku!” suara keras itu berasal dari Serena. Wanita cantik yang baru datang itu melepas kaca mata hitamnya, menatap dengan kesal para pelayan yang tadinya mengerubuti sang keponakan. “ Tidak apa- apa Nona Serena!” Mutiara tersenyum tidak enak pada mereka yang mulai menundukkan kepalanya. “

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD