Pintu jati itu terus digedor dengan penuh amarah, namun rupaya orang yang ada ruangan itu sama sekali tidak berniat untuk membukakan pintu untuknya. “ b******n busuk!” teriaknya kencang sebelum pergi menemui assistant rumah tangga untuk meminta kunci candangan. Dan kini setelah kunci cadangan berhasil didapat, pria beranak satu itu kembali marah- marah karena kunci tidak bisa masuk kedalam lubangnya. “ Argh!” teriaknya keras sambil menedangi pintu. “ Mas!” sang istri yang sedari tadi hanya diam melihat perbuatannya itu akhirnya menepuk pundaknya, “ Sudahlah, mau kamu gedor sekalipun mereka tidak akan dengar! Ingat kamar itu kedap suara!” ringisnya. “ Sial! Harusnya sebelum Mutiara pindah kekamar ini, kita lepas kedap suaranya!” “ Sudahlah, sebaiknya kita tidur. Ini sudah malam dan ak

