23

1664 Words

  Sudah hampir seminggu calon ibu itu tidak mau meninggalkan rumah, membuat Nathan sang Kakak bersendekap menatapnya marah. “ Sebenarnya apa yang terjadi, katakan! Sudah seminggu kamu tidak pergi ke kampus, Mutiara! Bagaimana kalau pihak kampus sampai melapor ke rumah!” pemuda itu meremas rambut tebalnya, pusing. Sedangkan sang adik hanya menunduk dengan wajah ketakutan. “ Katakan apakah ada yang menganggumu di kampus sampai kamu tidak mau pergi untuk belajar?” wajah itu mendekat dan menakup pipi cubby itu. “ Katakan siapa mereka biar kuhajar satu persatu!” “ Tidak ada yang menggangguku!” ujarnya dengan pelan. “ Lalu kenapa?” “ Itu..” manic itu langsung berpendar, menatap arah lan selain manic sang kakak yang mencari kejujuran dimatanya itu. “ Dia tidak suka pergi belajar!” setelah

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD