75

1491 Words

  “ Tapi sayang kau dan rasa takutmu itu tidak akan pernah menang dariku!” Nandya tersenyum, secara perlahan melepaskan cengkramannya dari dagu Mutiara setelah puas melihat wajah ketakutan wanita muda itu. “ Baiklah, karena aku sedang sibuk, kuharap kita bertemu lagi lain waktu!” Nandya tersenyum lebar, “Sampai jumpa!” gadis itu melangkahkan kakinya yang berbalut hells tinggi itu untuk keluar dari area Dep. Store. “ Mamamama!” Si kecil terus menangis, “ Cup ya sayang! Jangan menangis lagi!” Mutiara terisak lirih, menimang si kecil untuk tenang. “Semua baik-baik saja, Ok!” jemarinya yang kecil  menghapus lelehan air mata sang putri. “ Nyonya?” Si Babysitter yang telah selesai berbelanja itu datang,  menawarkan untuk menggendong si kecil namun Mutiara menolak dengan alasan dia bisa menen

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD