Di salah satu ruang kerja BC Corp. Raldo sedang memeriksa beberapa tumpukan berkas yang ada di atas mejanya. Membubuhkan tanda tangan pada dokumen yang harus ia tanda tangani. Lalu melanjutkan dengan membuka berkas yang lain, hingga akhirnya pandangannya tertuju pada berkas bertulis dokumen proyek kerja sama Wibi Grup. Raldo tersenyum tipis, mulai membuka berkas itu perlahan. Wajahnya tampak puas karena akhirnya tetap mendapatkan proyek kerja sama dengan perusahaan itu meski Airin sudah tidak bekerja di BC Corp lagi. Memang niat awal ia memberhentikan sang kekasih agar pria seperti Bayu tidak akan lagi mendapat kesempatan untuk mendekati apalagi mencari kesempatan untuk merebut gadisnya. “Jika kamu pikir bisa merebut Airin dari tanganku, kamu salah besar si***n. Airin itu milikku dan tid

