“Honey, please ... jangan katakan itu kepadaku! Aku tidak akan bisa hidup tanpa mu,” mohon Raldo penuh iba. Berharap jika Airin mau menarik kembali kata-katanya. Pria itu menggenggam jemari tangan lentik. Meremasnya perlahan lalu menc**mnya dengan lembut. “Honey, aku tahu apa yang sudah aku lakukan salah. Tapi apa kamu tahu bagaimana sakitnya aku saat melihatmu bersama pria lain? Aku ingin marah, tapi tidak tahu harus bagaimana. Tidak ada yang bisa aku lakukan, selain –“ “Selain berc**man dengan calon tunanganmu? Kamu ingin mengatakan jika semua ini salahku, dan kamu melakukannya hanya karena ingin melampiaskan rasa kesalmu? Begitu?” potong Airin dengan tepat. Langsung membungkam mulut Raldo yang masih saja ingin membela dirinya sendiri. Pria itu terdiam, lalu mengangguk perlahan. Mem

