Airin menatap Raldo penuh harap. Berdoa semoga pria yang ia cintai itu sepikiran dengannya. Namun wajah cantik gadis itu langsung berubah ketika melihat Raldo menggelengkan kepalanya. Pupus sudah harapan untuk bisa hidup berdua dengan orang yang ia cinta. “Tidak sekarang, Honey, belum saatnya. Aku masih belum siap, apalagi dengan yang kita miliki sekarang ... entahlah, tapi aku tidak bisa membayangkan bagaimana kita akan bertahan hidup nanti,” tolak Raldo sambil melepaskan telapak tangan Airin dari wajahnya. Gurat kecewa jelas terlihat di wajah ayu. Harapan jika Raldo lebih memilih kebahagiaan mereka dan berani mengambil keputusan nekat untuk pergi dan hidup bersamanya sudah kandas. Menyisakan sebongkah kekecewaan pada pria yang selama ini sudah mencuri hati dan kehidupannya. “Tapi ...

