Breakfast Bersamamu

1344 Words

Wajah Raldo terlihat tegang dan pandangannya langsung terarah pada jam dinding yang saat ini sudah menunjukkan pukul 6 pagi. “Sial!” umpatnya. Segera menyingkap selimut lalu melompat turun dari atas tempat tidur. Langsung meraih jas yang ia letakkan di atas sofa dan berlari keluar dari kamar. “Honey, aku pergi dulu!’ teriaknya sambil berlari ke arah pintu keluar dan tergesa memakai kedua sepatunya. Airin yang sedang memasak di dapur mengangkat sebelah alisnya. Merasa aneh dengan sikap prianya. “Kamu tidak ingin sarapan dulu, Sayang?” tawar Airin. Gadis itu baru saja membuat nasi goreng untuk sarapan mereka berdua. Hampir selesai ketika kekasihnya malah ingin bergegas pergi meninggalkannya sendiri. “Maybe next time, Honey! Ada hal penting yang harus aku lakukan saat ini. Aku akan men

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD