Chapter 48 - Perubahan Sikap Enzi

1836 Words

Keesokan paginya, Pak Harris duduk di teras rumahnya menikmati secangkir kopi sambil menghirup udara segar. Pemandangannya juga cukup segar karena banyaknya tanaman hias yang tersusun rapi di pekarangan rumah tersebut. Istri kedua sangat mahir dalam mengurus tanaman dan juga memperindah rumah sederhana mereka. “Suamiku, kamu belum siap-siap untuk berangkat bekerja?” Istri kedua Pak Harris datang dan berdiri di sampingnya. Pak Harris mengangkat cangkir berisi kopi lalu menyeruputnya. “Aahh … kopi panas di pagi hari memang nikmat, apalagi jika kopi ini buatan kamu,” Pak Harris melontarkan pujian kecil pada istri keduanya. “Itu hanya kopi sachet yang dijual di warung, rasanya juga pasti biasa saja, tidak ada yang spesial,” sahut istri keduanya. “Beda dong, Istriku. Karena kamu membuatnya

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD