03

741 Words
- Author pov - Tok tok tok Suara ketukan pintu itu tidak membangun kan seseorang yang sedang bergelung di bawah selimut , karna tidak ada jawaban orang itu pun memasuki kamar tidur yang bernuansa toska. Dia menggelengkan kepala nya saat melihat adik perempuan nya sedang tertidur nyenyak. " dek bangun elah , jadi cewek kok kebo amat sih " ucap Axell membangun kan adik nya dengan sedikit mengguncang tubuh harlesa agar adik nya itu terbangun. Dengan berat hati harlesa bangun dari tidurnya , axell memandang adik nya dengan tatapan sulit di artikan. Kenapa adik nya ini masih memakai seragam sekolah, axel bertanya di " lu pulang sekolah bukan nya ganti baju malah langsung tidur, mandi sono udah malem nih " ucap axell lalu pergi dari kamar adik tercinta nya , sedangkan harlesa langsung memasuki kamar mandi. Tak lama harlesa keluar kamar mandi lalu berjalan ke lemari bajunya untuk mengambil pakaian , dia memakai kaos polos dan celana pendek nya. Saat dia ingin turun tiba tiba handphone nya berbunyi menanda ada yang menghubungi nya , dengan malas ia mengangkat telfon nya . " halo ini siapa ya " Tanya harlesa dengan nada ramah, pasalnya yang menelpon nomor tidak dikenal. ‘Akhirrr nya my harley quinn mau ngomng juga sama joker mu ini’ suara ini, apalagi panggilan alay nya membuat mata harlesa melebar,bisa bisanya laki laki ini mengetahui nomor nya. " ehhh gotik dari mana lu dapet nomor gue " pekik harlesa kaget pasal nya nomor nya yang hanya tau rayhan dan teman sebangkunya amel. Mendengar pekik an kaget harlesa saski hanya tertawa. Itu gak penting sayang , yang pen- belum juga ucapan saski selesai harlesa mematikan ponsel nya lalu pergi menuju keruang makan. Bye bye kehidupan tenang harlesa, pasti abis ini dia akan lebih sering di ganggu dengan makhluk sejenis saski. Disana sudah ada ayah , bunda dan juga axell . Bunda nya tersenyum melihat putri nya ini sudah turun . " sini sayang , bunda sudah masakin makanan kesukaan kamu " ucap vivian lalu menyendok kan nasi dan lauk pauk untuk harlesa, harlesa tersenyum lalu menghampiri meja makan. Mereka pun makan dengan keadaan sunyi, hanya ada suara denting sendok yang beradu dengan piring. - disisi lain - Saski tersenyum memandangi handphone milik nya , dia benar benar tak percaya bahwa gadisnya ini ternyata ramah . Dia mengingat kejadian pertama kali diri nya bertemu harlesa, sebuah kebetulan yang indah memang jika diingat. Mata saski pun menatap langit ingatan nya menerawang kejadian itu, kejadian yang manis. Flashback on Keaadan begitu mencekam , bagaimana tidak mencekam karna terdapat 2 gerombolan siswa yang bersiap untuk saling adu jontos . Orang itu adalah Saski Zerald Lionel si biang rusuh nya setia luhur dan Ramdhani Revanno .   Dhani dan saski memang sudah lama bermusuhan , entah karna apa sehingga dhani begitu membenci saski .   " ingin mengucap kan kata kata terakhir bro?? " ucap dhani meremeh kan saski . Saski berdecih .   " kenapa lu nanya gitu harus nya gue nanya gitu ke elu " ucap saski , tanpa diduga gerimbolan saski menyerang gerombolan dhani .   Adu jontos pun tak terhindarkan , hingga dhani dan gerombolan nya kalah dan meralikan diri , sedangkan saski sudah lemas akibat adu jontos tadi dia pun terduduk di bawah pohon mangga , ia memegang dahi nya yang tergores tadi . dia tidak ingat kena apa dahinya ini.   Saat dia meringis kesakitan tiba tiba sebuah tangan menyentuh dahi nya , dia pun menengok kearah mpunya tangan , ternyata seorang gadis yang lumayan cantik , saski pun melihat seragam sekolah gadis itu . Ternyata gadis itu satu sekolah dengan nya , gadis itu pun mengambil sapu tangan nya lalu membasahkan dengan air minum milik nya , dan membersihkan goresan yang ada didahi saski . Lalu menempelkan plester yang ada di tasnya ke dahi saski , saski masih memandangi wajah harlesa , tidak terlalu cantik tapi dia imut dan manis .   " thanks , kalo boleh tau nama lo siapa " ucap saski sedikit menahan rasa sakit.   " gue harlesa , laen kali kalo nyelesain masalah jangan pake cara kekerasan " ucap harlesa lalu pergi dari sana Saski menatap punggung harlesa lalu tersenyum simpul , gadis itu sama sekali tidak menanyakan namanya bahkan tidak seperti cewek cewek yang ada di sekolah yang begitu memuja saski   " harlesa , kamu bakalan jadi milik aku " gumam saski penuh ambisi Sejak dari kejadian itu saski mulai mendekati harlesa , menjahili dan membuat harlesa emosi , dia melakukan itu sekedar membuat harlesa perhatian pada nya   Flashback off " you're mine , my harley quinn " gumam saski, lalu memutuskan tidur karena besok diri nya akan bertemu dengan gadisnya ralat calon gadis nya. 
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD