02

676 Words
Author pov Bel istirahat sudah berbunyi , harlesa keluar kelas menuju ke perpustakaan , dia gadis pendiam dan jarang mempunyai teman . Harlesa berbeda dari murid yang lain nya , disaat istirahat harlesa memanfaat waktu tersebut untuk ke perpus untuk membaca. Minat baca harlesa memang tinggi apalagi jika dia sudah dihadapkan buku yang berbau fisika. Saat di depan pintu perpus dia melihat rayhan, rayhan dan harlesa lumayan dekat , rayhan adalah murid berprestasi sama dengan harlesa.mereka juga sering dikirim untuk lomba mewakili sekolah " hai lesa " sapa rayhan, senyum laki laki itu terpatri indah diwajah nya saat melihat harlesa " hai juga " balas harlesa dengan senyuman nya " pasti mau nyari buku ya ?? " tanya rayhan dan yang di tanya hanya tersenyum lalu mengangguk kan kepala . Mereka pun memasuki perpus harlesa langsung menuju ke rak buku yang berisikan buku buku fisika . Dia mengambil buku rumus rumus fisika lalu membawa ke bangku yang kosong disana sedangkan rayhan hanya mengikuti harlesa , tak lama ia berdiri lalu mencari buku yang ia ingin baca . Lalu kembali duduk disamping harlesa , mereka berdua terlalu serius baca hingga tak terasa sudah bel yang menandakan bahwa jam istirahat habis . Mereka berdua pun mengembalikan buku yang mereka baca ke tempat nya kembali . " gue kekelas dulu ya, han " pamit harlesa lalu pergi tanpa menunggu jawaban rayhan, sedangkan rayhan hanya menggelengkan kepalanya melihat kelakuan harlesa Saat di pertengahan jalan ia melihat saski sedang tersenyum dan mendekati diri nya , dengan cepat harlesa berlari menjauhi saski dan saski yang melihat harlesa lari menjauh dari diri nya dia pun mengejar harlesa. Memang sudah jadi pemandangan yang biasa bagi siswa siswi disekolah, menurut mereka saski benar benar bucin pada harlesa. " my quinn tunggu jangan tinggalin joker mu ini " ucap saski lalu berlari menyusul harlesa. Harlesa mendengar kata kata tersebut bergidik ngeri,  sinting memang saski ini pikirnya Saat harlesa sedang berlari dia menabrak rayhan yang sedang berjalan berlawanan arah, saat harlesa kehilangan keseimbangan nya dan ingin jatuh rayhan dengan sigap menangkap tubuh harlesa agar tidak menyentuh lantai. Mata harlesa menutup rapat seolah dia tengah bersiap menerima sentuhan dingin lantai sekolah. " my harley quinn " ucap saski saat melihat harlesa di pelukan rayhan,harlesa perlahan membuka matanya saat mendengar suara ghaib nya saski, saat dia membuka mata yang pertama dia lihat adalah rayhan yang sedang merengkuh dirinya agar tidak terjatuh. dengan kesal saski menarik tangan harlesa agar pelukan mereka lepas . Dia pun merengkuh pinggang harlesa dengan posesif . " dia cewek gue ngapain lu meluk meluk dia " ucap saski dengan nada dingin nya begitu kentara dan aura permusuhan sangat terlihat dari manik matanya. " tadi si lesa mau jatoh jadi gue tangkep lah " jawab rayhan singkat menggedikkan bahunya lalu ia menatap harlesa lalu tersenyum " gue kekelas dulu ya , les " ucap rayhan mengusak rambutnya lalu pergi meninggal kan mereka berdua " aku mau kamu jangan deket deket dia " ucap saski , harlesa pun menatap aneh saski lalu . " suka suka gue lah, saskia gotik " ucap harlesa lalu melepas rengkuhan saski dan meninggalkan saski begitu saja. Sedangkan saski tersenyum melihat kepergian gadis nya, gadis yang seperti harlesa memang jarang ada nya , tipe pendiam , tidak centil walau dia cantik dan galak. Jika diantara semua perempuan yang ada disekolah nya menggilai nya namun tidak bagi harlesa, gadis itu sama sekali tidak tertarik kepada laki laki yang bernama saski itu. Karna menurut harlesa saski itu aneh, alay, gak wajar lah. " saskia gotik , kayak nya itu nama panggilan kesayangan dia deh " gumam saski tersenyum senyum sendiri seperti orang gila, lalu dia pergi dari sana. - skip sampai pulang sekolah - Saski merasa diri nya lelah memutuskan langsung pulang , sesampainya di rumah dia langsung kekamar , rumah nya begitu sepi karna ibu nya bekerja di butik milik nya sedangkan ayah nya sedang kerja keluar negri . Sesampai nya di kamar ia langsung berganti baju dan duduk di balkon kamar nya , dia memikir kan gadis galak nya itu . Gadis yang berhasil membuat diri nya merasakan jatuh cinta . " mungkin kalau bukan karna tawuran itu , gue gak bakal kenal kamu my harley quinn " gumam saski    
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD