"Kita mau kemana, Zain?" Sarah yang baru saja keluar dari kamar mandi heran melihat Zain kembali mengemasi barang mereka yang baru saja kemarin mereka atur dengan baik di tempat penginapan yang merupakan kepemilikan dari Malik seluruhnya. Kekayaan yang tiada batas, tidak diherankan untuk Malik, ayah dari Andre dan Zain. "Kita akan pindah." Sarah mengambil jilbabnya, lalu mengenakannya dan mendekati Zain. "Apa kita pindah tempat tinggal lagi?" "Iya, ada rumah yang lebih bagus untuk kita tinggali di sini." Sarah duduk di ranjang, memperhatikan Zain yang sibuk dengan barang-barangnya. Ia malah dibuat lelah dengan semuanya. Belum lagi semalam kecelakaan yang sudah hampir menimpanya. "Apa kita tidak bisa di sini saja? Aku suka bisa melihat pemandangan malam dari jendela." Sarah hanya b

