"Apa! Menginap di sini!" Maya menoleh ke arah Hasan yang duduk dengan santai di belakangnya. Hasan baru saja menjelaskan pada Maya kalau Malik akan tinggal di sini untuk beberapa hari. Maya sebenarnya senang, hanya saja tatapan Malik tadi padanya terasa sedikit sakit dan terlihat jelas tatapan tak suka di sana. "Kenapa? Dia calon mertuamu, bagaimana pun juga." Maya menoleh. "Bukannya kata kakak kalau Andtr belum mengakui dia sebagai Ayahnya, maka aku bukan menantu dari siapa-siapa?" Hasan menghela napasnya. "Mungkin kamu salah tangkap dengan maksud aku, May. Harusnya kamu berpikir untuk membuat hubungan anak dan Ayah itu kembali membaik, bukankah hal itu jiga akan membuat Ayah Andre menyukai dirimu?" Maya terduduk dengan lemas di dekat Hasan. Ia memangku wajahnya dengan kedua tangann

