PEMBALASAN TUHAN

1359 Words

Fendi –kakak laki-laki Anggun- langsung membawa Mandala ke teras belakang. Di situ Mandala langsung dipersilakan duduk ke kursi yang terbuat dari kayu dan bagian sandarannya sudah diukir cantik. Rumah Anggun benar-benar masih kental dengan nuansa khas Jawa. Sebenarnya Mandala gugup sekali, tapi dia berusaha menyembunyikannya dengan baik. Dalam hatinya dia bertanya-tanya apa kesalahannya sampai harus mengobrol dengan kakak Anggun alih-alih menemani Anggun yang sedang mengurusi Doni. Dia tidak merasa sudah berbuat salah, bahkan mengenalnya pun tidak. “Kamu mau minum apa? Kopi atau teh?” Jika diizinkan sebenarnya Mandala tidak ingin minum apa-apa. Dia hanya ingin melihat Anggun dan menemani perempuan itu yang sekarang pasti sedang tertekan dihadapkan pada Doni. Atau kalau dia tidak bisa m

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD