SEBUAH PENEGASAN

1806 Words

Anggun masuk dan melihat kedua orang tuanya beserta Doni duduk berhadapan di sofa ruang tamu. Anggun malas sekali bertemu dengan Doni. Melihat wajah Doni sama saja dengan menaburkan garam di atas lukanya yang belum sembuh benar. “Kamu kenapa ke sini?” tanya Anggun dingin. “Duduk dulu, nduk. Doni nunggu kamu dari tadi.” Anggun menghela nafas. Dia menuruti apa kata Bapaknya dan memilih duduk agak berjauhan dengan posisi Doni. Anggun sudah tidak sudi untuk duduk di satu sofa yang sama dengan pria itu. “Ada yang perlu kalian omongin. Tentang pernikahan kalian—” “Kami udah ngobrol dan keputusan yang didapat adalah kami akan bercerai. Itu final.” “Doni dateng dan dia udah tahu tentang kehamilan kamu, nduk. Dia bilang ndak akan menceraikan kamu dan meminta kami untuk membujuk kamu.” kata Ba

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD