" buset ra uang lo banyak bener "
" lo berapa si di kasi uang bulanan sama Jeffrey? " Tanya Aira
" 100 juta buat uang pribadi, kalo uang buat dapur si dikasi mama "
" bentar Ra gue nafas dulu " ucap Aira
" bentar ra gue minum dulu "
" nah lanjut " ucap Anton dan Aira bersamaan
" mama kasi 500 juta buat makanan "
" ANJING??? " lagi lagi Anton dan Aira terkejut mendengar nominal yang Tiara sebut.
" kaget kan kalian? "
" banget " lagi lagi mereka menjawab dengan bersamaan
" apalagi gue waktu pertama kali beradaptasi di keluarga mereka, makanan mereka tuh premium semua, dagingnya premium, sayur premium terus sarapan mereka tuh pake Roti, ga kek kita nasi goreng telur ceplok sama nungget "
" anjing anjing, Ra apa lo ga jantungan? " tanya Anton
" lemes gue jujur, apalagi gue sama Adam terbiasa makan nasi pas sarapan sangat amat menantang harus sarapan pake Roti"
" terus soal pendidikan Adam gimana Ra? " tanya Aira
" soal itu papa yang akan tanggung semuanya sampe kuliah, dan soal uang saku baru Jeffrey yang tanggung mereka "
" gila nasip lo baik banget Ra "
" aamiin semoga gini terus sampe anak cucu gue " Tiara meminum minumannya tiba tiba saja kepalanya terasa pusing
" duh gue pusing banget ya? "
" yaudah lo pulang aja Ra istrirahat " ucap Anton
" gue belum satu jam ketemu kalian masa pulang "
" gapapa Ra istirahat aja nanti kalo kangen dateng aja kesini, toh gue juga mulai besok udah masuk kerja kok disini temenin Anton "
" serius? " Tanya Tiara
" iya kasian gue liat Anton sendiri jaga toko "
" anjir lu "
" yaudah kalo gitu gue pulang dulu ya, asli ini pusing banget "
" iya hati hati lo"
" iya Ai, kamu juga hati hati pulangnya "
" iya sante "
°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°
" Tiara kok ga anterin gue makan siang sih? mana gue laper lagi "
" lagian sih lo perhitungan banget sama Adek sendiri juga "
" bukannya gue perhitungan yud tapi gue mau dia ngirit dikit kaya Adam, Adam anaknya irit gue ga mau dia boros "
" ya tapikan Adam Sama Rama lain Jeff, Adam udah ngerasain rasanya susah sedangkan Rama engga, dia dari kecil udah di kelilingi kemewahan jadi ya wajar kalo yang segitu ga sampe seminggu "
" tapi ya apa salahnya kita ajarin dia dari sekarang, lagian anaknya tuh ga berani pake duit dia. dia sebenernya punya banyak uang tapi Ga mau dipake "
" yaudah sekarang kita ke kantin aja, bini lo kayaknya ga bakal anterin lo makan si- " ucapan Yudis terhenti saat mendengar deringan telfon Jeffrey.
" iya pak kenapa? "
" APA? okey saya akan kesana, tolong pesankan rungan VIP " Jeffrey pun lantas bergegas keluar ruangannya.
" HEH BERUK KEMANA LO HEH "
" Tiara masuk rumah sakit, tadi pingsan diruang tamu. tolong lo urus semua rapat ya yud Minta tolong banget ini "
" ya- yaudah lo hati hati "
perasaan Jeffrey sangat kacau, rasa khawatirnya sekarang membuatnya melajukan kecepatan tinggi, tak butuh waktu lama bagi Jeffrey untuk segera sampai di rumah sakit yang supirnya Beri tahu tadi.
" den Jeffrey " panggil Pak diman
" gimana Tiara Pak? "
" atuh tadi den saya disuruh masuk tapi teh saya ga berani makanya saya suruh tunggu den Jeffrey aja "
" terus Tiara dimana? masih di ugd? "
" udah dipindahin di ruang rawat inap, saya teh masih disini biar nanti den Jeffrey ga capek nyari Saya nya "
" oke oke terus sekarang saya kemana? "
" Aden masuk aja, dokter udah nunggu den Jeffrey di dalem "
" yaudah, makasih ya Pak "
" iya den, saya pulang dulu ya? bentar lagi Rama sama Adam mau pulang "
" ga bawa motor mereka? "
" engga den, non Tiara yang nyuruh saya anterin mereka "
" ooo gitu, yaudah saya masuk dulu ya? bapak hati hati nyetirnya "
" siapp den "
Jeffrey pun langsung masuk ke dalam dan langsung bertemu dokter disana.
" permisi dok, saya suaminya Tiara. jadi gimana ya terkait kondisi istri Saya? "
" ooh anda suaminya bu Tiara, mari duduk dulu pak Saya akan memberitahu kondisi bu Tiara. sebenernya tidak ada yang di khawatirkan, tapi karna bu Tiara sedang hamil muda dan mungkin sedang banyak pikiran membuat kondisinya melemah dan harus di rawat inap beberapa Hari "
" bentar, tadi dokter bilang istri saya ha- Hamil? "
" iya, jangan bilang bapak ga tau kalo bu Tiara hamil? "
" sa saya ga tau dok, bahkan Tiara ga nunjukin tanda tanda dia hamil "
" wah bisa jadi bu Tiara juga tidak tau tentang kehamilannya "
" kalo boleh tau, usia kehamilannya sudah berapa ya dok? "
" usianya baru satu minggu pak "
" gitu ya dok, terus sekarang istri Saya di ruangan mana ya? "
" di ruangan vip nomer 2 Pak "
" baik dok, kalo begitu saya permisi dulu "
" baik, selamat ya Pak sebentar lagi bapak akan menjadi ayah "
" terimakasih dok, Mari " Jeffrey pun langsung bergegas menuju ruangan yang telah dokter tadi infokan. perasaannya sekarang sangat bahagia, Jeffrey tidak sabar untuk melihat kondisi istrinya.
saat telah sampai di depan ruangan Tiara, Jeffrey langsung membuka pintu kamar itu dan langsung ia melihat istrinya yang kini sedang tertidur.
di ciumnya tangan istrinya, dan tampa sadar, Jeffrey kini tengah menangis saat melihat istrinya tidur dengan pulas.
" sayang ayo bangun, maafin aku yang tadi pagi " ucapnya tak henti henti mencium tangan Tiara. tidur Tiara terganggu pun bangun, dan melihat Jeffrey kini tengah manggis sambil mencium tangan kanannya.
" Jeffrey? "
" sayang kamu udah bangun? "
" seperti yang kamu liat "
" sayang aku bawa berita baik buat kita "
" apa? "
" kamu hamil sayang, makasih ya " ucap Jeffrey yang kini mencium kening Tiara. mendengar itu Tiara sangat kaget
" yang bener kamu? "
" iya sayang, usia kandung kamu baru satu minggu " mendengar itu Tiara lantas menangis bahagia, sebentar lagi dia akan menjadi ibu. Tiara lantas langsung terbangun dari rebahannya dan langsung memeluk Jeffrey.
" Jeff aku bahagia, sebentar lagi kita bakal punya baby, Jeff aku senang sekali. makasih Tuhan " ucap Tiara sambil menangis di pelukan Jeffrey.
" aku juga ga kalah bahagia sayang, orang rumah pasti seneng denger berita ini "
" aku ga sabar kasi tau mama "
" hahaha iya sayang "
" mama jadi pulang hari ini Kan? "
" iya jadi kok, nanti suruh mereka ke sini biar kita kasi tau mereka bersamaan "
Tiara pun setuju dengan ide Jeff, Jeffrey pun tak henti mencium seluruh wajah istrinya itu