Dion Lemes

1259 Words
" Dam wooi Adam " " apasi cok gue lagi makan nih elah " " lo belom baca gc keluarga? " " kagak dah gue ga pegang hp, kenapa emangnya? " " kak ara masuk rumah sakit, sekarang mama sama papa udah mau sampe ke rumah sakit " " ANJIG SERIUS LO? " " IYA ANJING NIH BACA SENDIRI " Ucap Rama dan menyerahkan Handphonenya ke Adam. " yaudah cepetan kita kesana, pake motor aja Ram biar cepet " " oke oke gue keluarin motor dulu " Rama pun langsung bergegas ke garasi untuk mengeluarkan motornya, setelah acara pengeluaran motor, Adam dan Rama pun langsung bergegas ke rumah sakit untuk melihat kondisi Tiara. Adam sangat khawatir sekarang, tadi sempat ia lihat di chat, kalau Jeffrey mengirim foto Tiara yang terbaring lemas dengan infus menempel di punggung tangan sebelah kiri. " Ram gue takut kakak kenapa kenapa " " HAH?? APA LO BILANG GUE KAGAK DENGER " Adam Sebel banget, dan memilih untuk tidak lagi mengajak Rama ngobrol. selang beberapa menit, merekapun telah sampai di parkiranan Rumah sakit, saat Rama dan Adam hendak masuk ke dalam, tiba tiba saja tangan Adam di tarik. Adam yang merasa tanganya di tarik pun lantas langsung menghentikan langkahnya dan melihat siapa yang merarik tangan tanganya. " loh mama? mama kapan sampai? " mendengar Adam mengatakan mama membuat Rama ikut memberhentikan langkahnya. " loh? pa, ma udah balik? " " iya udah ayok ih liat kakak kalian ini dimanasi ruangannya? kalian tau ga? " " iya tadi aku udah chat abang di VIP nomer 2 " " yaudah ayo kita cepet cepet liat kondisi kakak kalian " ucap Papa. meraka kini tengah menaiki Salah satu Lift untuk menuju ruang rawat Tiara. setelah sampai, Rama dan Adam langsung melangkah lebih dulu untuk mencari ruangan Tiara. " eh eh Ram ini nih nomer 2 " " lah iya itu, yoklah masuk " tampa mengetuk pintu, Rama kini langsung masuk dan memeluk Tiara yang sedang bersandar. " kaka Araa Aku takut banget kakak kenapa kenapa" ucap Rama yang kini tengah memeluk Tiara. " heh singkirin tubuh lo, enak aja Bini gue main lo peluk peluk ga sopan " Jeffrey yang terus memisahkan tubuh Tiara dengan Rama " iih apasi sokap deh " " lah? " heran Jeffrey Adam yang melihat Rama yang sekarang sedang kesel pun cuma geleng geleng kepala. Adam tak pernah sakit hati melihat Rama manja ke Tiara. karna Adam paham, Rama sangat ingin dari dulu menjadikan Tiara kakak iparnya, dan itu sekarang terkabul meski dengan cara yang tidak elegant. " sayang kamu kenapa? ini kok bisa rawat inap? Jeffrey jelasin ke mama, anak mama kenapa? " ucap Luna yang kini tak kalah heboh dari Rama " aku gapapa, oh iya aku tadi di kasi ini sama dokter " Tiara pun langsung memberikan kertas yang dokter berikan tadi. " tapi sebelum mama baca, aku harap mama tetap menerima aku ya? " mendengar itu, semuanya tegang. terlebih sekarang D Adam yang sudah duduk di dekat Tiara sambil mengenggam tangan kakaknya sesekali tersenyum. Luna yang membaca surat itu pun terkejut, " ANAK MAMA TERIMAKASIH, TERIMAKASIH TUHAN " teriak Luna dan langsung memeluk Tiara. Adam yang penasaran pun langsung memungut kertas tadi yang sempat terjatuh, di bacanya ia dengan saksama dan dia juga ikut terkejut. " kak in- ini serius? " ucapnya terbatah " apasih anjing " Rama yang tak sabar pun langsung merebut kertas tersebut di tangan Adam. " DEMI TUHAN GUE MAU JADI UNCLE AAAAAAA MAKASIH KAK ARA AKU SENENG BANGET " " yang bener bang? " Tanya Kenana " iya pa, papa bentar lagi mau jadi kakek " " makasih Tuhan akhirnya saya akan segera menggendong cucu " " kata dokter usianya udah berapa bulan sayang? " tanya Luna " baru 1 minggu sih ma, tapi karna aku tadi lemes jadi di rawat dulu sehari. mungkin nunggu ingusnya habis " jelas Tiara " olah, eh tapi mama seneng banget akhirnya mama sebentar lagi jadi nenek. eh tapi mama maunya di panggil oma deh " " kalo aku mau di panggil uncle Rama " " kalo aku sih Om aja biar nanti kalo cewek adam Bawa jalan jalan terus beliin dia apapun yang dia mau terus Adam di panggil Om biar keponakan Adam dikira Jalan sama sugar daddy nya hahahaha " yang lain hanya tertawa mendengar penjelasan Adam. " kalo papa sih mau di panggil Eyang juga biar mecing sama oma, eyang oma cocok Kan? " " yoksi dongg" ucap Rama " kalo kamu, kamu mau di panggil apa sayang? " tanya luna " kalo aku, aku pengen di panggil Bunda aja ma, tapi tergantung Jeffrey maunya apa " " aku sih mana mana sayang, kalo kamu pengen Bunda gapapa nanti Anak kita mangggil aku Ayah " tak lama, deringan ponsel Jeffrey berbunyi, ternyata yang menelponnya itu Yudis. " apaan? kerjaan dah kelar? " " set dah, iye dah kelar. sekarang lo dimana? " Yudis " rumah sakit ege dimana lagi? " " iya gue tau maksudnya tuh di rumah sakit mana, kamarnya nomer berapa " Yudis " oh, pondok indah VIP nomer 2, kenapa? lo mau kesini? " " ya iya, gue mau kesana bareng Dion Sama Theo " Yudis " yaudah " Jeffrey pun langsung mematikan telfon itu sepihak. " siapa bang? " tanya Luna " siapa lagi kalo bukan Yudis " " bang Yudis mau kesini? " tanya Rama " hmm " " eh Dam ntar gue kenalin ya sama bang Yudis sama bang Theo, asli sih seru banget mereka ga kayak bang Dion " " lah kenapa emang bang Dion? " " Julid anjing mana galak " " hahaha iya juga sih, ga heran Reyhan kalo ngomong tuh lemes " " iyakan nurun kakaknya tuh " tak lama Dion, Theo dan Yudis pun datang. melihat itu, Jeffrey langsung menyambut teman temannya. " cepet banget lo pada dateng, Bawa apa tu? " " nih gue bawain buah " ucap Theo " bang yud " panggil Rama " lah lo disini cil? " " ya iyalah bang, oh ya nih kenalin namanya Adam adeknya kak Tiara " " ooh ini yang lo maksud temenya Rama itu yon? " tanya Theo " iye ntu dah Adam " " eh kalian udah dateng? " ucap Luna yang tiba tiba masuk ke ruangan " iya tan ini baru sampe kok " ucap Dion lalu mencium tangan Luna disusul Yudis dan Theo. " oh ya sayang, kamu udah kenal semua temennya Jeffrey? " tanya Luna ke Tiara " udah ma " jawab Tiara " astaga sampe lupa, lo sakit apa Ra? " tanya Theo " lo semua bakal jadi om " " HAH? " Yudis yang lagi asik minum pun tersedak mendengar Kata Kata Jeffrey. " maksud lo Tiara hamil? " tanya Dion. Jeffrey pun hanya mengangukkan " bener Ra? lo Hamil? " tanya Dion " iya kak, gue hamil. baru satu minggu " " ANJING CEPET BANGET JADINYA " keget Yudis dan Theo bersamaan " ya gimana ya cepet, orang udah ngeredit duluan gimana sih " ucap Dion " NAH KAN APA GUE BILANG DAM, BANG DION MULUTNYA LEMES " Dion yang tak terima dikatain Rama pun tak mau kalah " HEH BOCIL SEKATE KATE LO YA " " tapi emang bener yon, mulut lo kadang sering lemes " lanjut Theo membuat satu ruangan tertawa. " jadi pengen nikah gue biar ntar anak lo ada temen mainnya " ujar Theo " nikah aja kalo bisa curi star biar cepet jadi kek enjep " jawab Dion " anjing lo yon, ga heran adek gue bilang mulut lo lemes "
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD