Penyelidikan di Balik Keanggunan

1180 Words
Setelah pertemuan yang menegangkan dengan Sofia Mancini, Isabella menyadari bahwa perannya sebagai Nyonya Giordano kedua tidak hanya menuntut kepatuhan di ranjang. Itu menuntut kecerdasan dan pengkhianatan. ​Tugas pertama Isabella adalah menyusun daftar tamu kehormatan untuk gala amal musim gugur. Sal memberinya kebebasan penuh, yang anehnya, terasa seperti izin untuk menggali rahasia. Dia menghabiskan pagi itu di ruang kerja kecil di sudut penthouse, jauh dari pengawasan Sal dan pengasuh anak. Di tangannya, buku catatan bersampul kulit milik mendiang Adriana terasa seperti harta karun berbahaya. ​Dia harus bekerja cepat, memanfaatkan waktu saat Sal menghadiri pertemuan di kantor Giordano Holdings dan anak-anak berada di sekolah. ​Buku itu bukan diary pribadi, melainkan sistem akuntansi aneh. Penuh dengan angka, tanggal, dan inisial yang tidak berurutan. Isabella teringat ucapan lama Adriana tentang "kata-kata terbalik." Dia mencoba metodenya membalikkan urutan alamat lama dan angka transaksi. ​Metode itu berhasil. ​Isabella segera menyadari bahwa angka-angka yang dicatat Adriana terkait dengan inisial besar, seperti "S.M." Sofia Mancini. Nilai transaksi yang tercantum di samping inisial Sofia jauh melampaui apa pun yang seharusnya ditangani oleh dana amal keluarga. Isabella yakin Adriana telah menemukan bukti bahwa Sofia tidak hanya mengelola amal, tetapi mungkin menyalurkan dana melalui bisnis gelap, atau yang lebih parah, mencuri dari keluarga di bawah pengawasan Sal. ​Saat dia mencoba mencocokkan transaksi terbesar, pintu ruang kerjanya terbuka tanpa diketuk. Itu adalah Sal. ​"Aku sejak tadi mencari mu," kata Sal, berdiri di ambang pintu, tampak lelah tetapi matanya tajam. "Kenapa kau menyembunyikan dirimu di ruangan ini?" ​Isabella dengan cepat menyelipkan buku Adriana di bawah tumpukan dokumen Giordano Holdings yang ia gunakan sebagai penyamaran. ​"Aku sedang memeriksa rincian donasi lama," jawab Isabella, mempertahankan ketenangan. "Aku ingin memastikan Gala tahun ini melampaui standar Adriana. Aku harus tahu di mana dia berinvestasi." ​Sal menyipitkan mata, tetapi tampaknya menerima alasannya. "Jangan membebani dirimu, Bella. Biarkan Nico menanganinya. Tugasmu adalah terlihat indah di sampingku." ​Dia berjalan mendekat, menyandarkan tangan di meja, menghalangi Isabella untuk meraih buku itu kembali. ​"Ngomong-ngomong," kata Sal, nadanya santai. "Sofia Mancini menelepon. Dia ingin bertemu denganmu besok pagi untuk mengatur ulang anggaran gala. Itu kode. Dia sedang menguji mu." ​Sal melingkarkan lengannya di pinggang Isabella dan menariknya ke pelukannya. "Aku juga punya kabar baik untuk Marcus," bisik Sal. "Aku akan melunasi separuh utangnya bulan depan. Separuhnya lagi, saat aku benar-benar yakin kau setia pada peranmu." ​Jantung Isabella mencelos. Sal telah menaikkan taruhan. Kebebasan Marcus hanya akan datang jika Sal merasa puas dengan ketaatan Isabella bukan hanya di tempat tidur, tetapi di seluruh hidupnya. ​"Kau adalah motivasi yang lebih baik daripada uang, Bella," kata Sal. "Sekarang, datanglah. Aku sudah lama tidak punya sekretaris pribadi yang begitu efisien. Ada beberapa dokumen yang perlu diperiksa sebelum aku pergi makan malam dengan Sofia Mancini." ​Sal menciumnya dengan dalam dan menuntut ciuman yang mengklaim kepemilikan. Meskipun Isabella membencinya, dia membiarkannya. ​Dia menyadari Sal menggunakannya sebagai pengalih perhatian. Sal mungkin sedang mengincar Sofia, dan Isabella adalah perisai yang sempurna. Isabella kini memiliki dua musuh, pria yang memilikinya, dan wanita yang ingin menjatuhkannya. ​Dia terikat. Tetapi kini, dengan adanya buku kode Adriana, Isabella memiliki alat. Dia adalah sandera, tetapi dia juga memiliki rahasia yang, jika digunakan dengan benar, bisa menggulingkan Giudice sendiri. *** Keesokan paginya, Isabella tiba di kantor pusat amal yang dikelola oleh Komite Wanita. Tempat itu adalah mahakarya kemewahan, tetapi di bawah lapisan pernis mengkilap, Isabella merasakan aura persaingan yang dingin, mirip seperti berjalan ke ruang pertemuan mafia, hanya saja tanpa pria bersenjata. ​Sofia Mancini menyambut Isabella dengan senyum yang terlalu lebar dan mata yang terlalu tajam. Sofia mengenakan setelan desainer yang sempurna, dia adalah cerminan kekuasaan sosial. ​"Isabella sayang, terima kasih sudah datang. Kita harus menyusun kembali anggaran Gala," kata Sofia, memimpin Isabella ke ruang rapat pribadi. ​Tidak ada orang lain di ruangan itu. Ini adalah pertemuan empat mata, sebuah ujian sesungguhnya. ​"Saya dengar Anda membantu Salvatore di Sisilia. Itu mengesankan," kata Sofia, duduk di kursinya. "Namun, anggaran amal berbeda dari anggaran perkapalan, bukan?" ​"Saya memahami perbedaan antara uang yang diperoleh dan uang yang diharapkan," balas Isabella dengan tenang, mengambil tempat duduk. "Tapi ya, saya di sini untuk belajar dari Anda, Sofia. Anda adalah ahli di bidang ini." ​Sofia tersenyum tipis, senang dengan pujian itu. "Bagus. Mari kita lihat. Dana untuk bantuan komunitas terlalu besar. Saya ingin mengalihkannya ke dana pendidikan. Lebih baik untuk citra publik kita." ​Saat Sofia menjelaskan perincian anggaran, Isabella fokus pada setiap angka. Sofia menunjukkan keahlian yang mengagumkan dalam memindahkan dana dan menyembunyikan jalur. ​Isabella menyadari bahwa Sofia menguji dua hal. Kecerdasan Isabella dan kesetiaan Isabella pada Sal. ​"Menarik," kata Isabella, menunjuk pada angka yang terkait dengan perusahaan kontraktor tertentu. "Angka yang dialokasikan untuk renovasi bangunan sekolah baru terlihat agak besar. Bisakah kita meminta penawaran dari kontraktor yang berbeda? Mungkin kita bisa menghemat dana untuk donasi panti asuhan." ​Sofia langsung menegang. Perusahaan kontraktor itu pastilah bagian dari skema Sofia. ​"Kontraktor itu adalah mitra setia keluarga selama bertahun-tahun, Isabella," jawab Sofia, suaranya sedikit meninggi. "Kita tidak meragukan kesetiaan di sini. Kita berurusan dengan kemurahan hati, bukan akuntansi jalanan." ​"Tentu saja," balas Isabella, mengangguk cepat. "Saya hanya mencoba menerapkan efisiensi yang saya pelajari dari Salvatore di Sisilia. Dia sangat ingin komite ini efisien tahun ini." ​Menggunakan nama Sal sebagai perisai berhasil. Sofia mundur, tetapi tatapannya penuh peringatan. ​"Baiklah. Kita akan kembali ke sana nanti," putus Sofia. ​Saat pertemuan berlanjut, Isabella melihat kesempatan. Dia ingat catatan Adriana tentang inisial "S.M." dan angka transfer besar. ​"Sofia, saya menemukan catatan lama dari Adriana. Dia sangat bangga dengan proyek amal tahun lalu di Naples. Dia mencatat beberapa rincian transfer ke sana. Apakah Naples masih menjadi bagian dari fokus kita tahun ini?" tanya Isabella, pura-pura mencari di antara kertas-kertasnya. ​Wajah Sofia pucat sepersekian detik. Naples bukanlah fokus komite. Itu adalah tempat di mana inisial "S.M." mencatat transfer yang mencurigakan. ​"Naples... tidak. Itu adalah urusan pribadi yang Adriana tangani saat suaminya ada di sana," jawab Sofia, suaranya kini dingin. "Fokus kita di New York. Kau harus membuang semua catatan lama itu, Isabella. Mereka tidak relevan dan bisa menyesatkan." ​"Tentu," kata Isabella, tersenyum. "Saya akan membuangnya. Hanya memastikan tidak ada aset yang terlewat." ​Pertemuan berakhir. Isabella berhasil menantang Sofia tanpa menuduhnya, dan yang lebih penting, dia yakin bahwa Sofia bereaksi kuat terhadap pertanyaan tentang transfer dana non-amal dan koneksi Naples. Isabella kini memiliki petunjuk baru yang harus dicocokkan dengan buku kode Adriana. ​Saat Isabella keluar, Sofia meraih tangannya. "Satu hal lagi, sayang. Jangan biarkan kebebasan yang kau peroleh kembali membuatmu terlalu berani. Di keluarga, kebebasan seorang wanita selalu tergantung pada kepatuhannya pada pria." ​Isabella hanya tersenyum dan menarik tangannya dengan lembut. "Tentu, Sofia. Bukankah itu yang kami semua lakukan?" ​Isabella berjalan keluar, menyadari bahwa dia bukan hanya berjuang untuk Marcus. Dia kini berada di antara Sal, yang menjadikannya b***k karena obsesi, dan Sofia, yang akan menjatuhkannya jika dia menghalangi skema keuangan rahasia. ​Dia harus cepat. Dia harus memecahkan kode Adriana sebelum salah satu dari mereka menyadari bahwa dia adalah ancaman.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD