Perempuan berambut merah itu terkekeh kecil dengan senyuman lebar persis seperti pemeran antagonis di film-film hollywood. “Kenapa muka lo panik gitu, huh? See, sekarang semua orang tahu kalau lo itu pelakor!” ucapnya sambil melempar tisu kotor yang sudah dibentuk menjadi bulatan tidak sempurna padaku. Ini nggak bisa dibiarin! Kalau sampai aku membiarkan kejadian ini tanpa pembelaan diri, aku yakin berita palsu tak berdasar ini akan menyebar dengan cepat. Mataku kembali menatap Adelia dengan tajam. “Lo itu buta atau gimana?” ucapku setenang mungkin. “Aku nggak buta,” jawab Adelia dengan tegas. “Aku punya bukti kuat, makanya aku berani menghampiri kamu. Sedangkan kamu, apa kamu punya bukti kalau kamu nggak ngerebut suamiku?” Sial! seharusnya aku merekam ucapan makianku pada Dimas supay

