Aku tidak lagi mampu menahan tawaku mendengar cerita dari Mama Jo. Perutku rasanya sudah seperti digelitikin puluhan orang. Bahkan air mataku sempat keluar karena tertawa terbahak-bahak. “Serius loh, Ya! Dulu saking takutnya sama satpam sekolah Jo pernah pipis dicelana,” ulang Mama Jo yang sama ngakaknya denganku. Demi apapun, aku harus mentraktir Mama Jo suatu hari nanti karena sudah sudi menceritakan info berharga seperti ini. “Tapi kalau dilihat sekarang beda jauh sama yang diceritain loh, Ma,” timpalku yang semakin membakar semangat Mama Jo untuk mengumbar semua cerita memalukan masa kecil Jo. “Ah, itu anak banyak gaya aja!” ucap Mama Jo sambil menatap foto keluarga yang ada di atas cermin. “Sampai sekarang juga dia kalau sudah berhadapan sama Papanya juga masih kicep, untung nggak

